Akibat Subsidi Listrik Dicabut, Daya Beli Masyarakat Berkurang

0
13

PIONLINE, JAKARTA –  Sedikitnya 18,7 juta rumah tangga pelanggan golongan R-1 atau 900 VA, yang subsidi listriknya dicabut merasa beban hidupnya semakin terperosok, karena selain subsidinya dihapus dibarengi pula dengan kenaikan tarif dasar listrik. Mereka meminta Pemerintah peka terhadap kondisi rakyatnya, jangan berkilah seolah-olah pencabutan subsidi sudah disetujui oleh DPR untuk dilakukan.

Menurut penelusuran PH-online terhadap masalah ini, disinyalir kenaikan tarif listrik ini dilakukan tanpa persetujuan atau konsultasi dengan DPR, semuanya ini dilaksanakan secara sepihak oleh pemerintah. Ternyata dugaan itu di amini oleh Wakil Ketua DPR RI, dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon.

“Pemerintah tidak peduli terhadap kondisi rakyatnya, malah sepertinya tidak memikirkan dampak ekonomi yang bisa ditimbulkan oleh kebijakan tersebut. Di tengah lesunya perekonomian, kebijakan pencabutan subsidi itu justru akan makin memperlemah pertumbuhan ekonomi,” ujar Fadli Zon di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 14 Juni 2017.

Menurut politikus kepercayaan mantan calon Presiden Prabowo ini, pencabutan subsidi listrik terhadap rakyat, tentunya akan berdampak besar, kedepannya pasti akan melemahkan daya beli masyarakat itu sendiri.

Berdasarkan informasi yang PH-Online terima, sejak beberapa bulan lalu, banyak keluhan dari para pengusaha, entah itu pengunjung yang bergerak di sektor properti, otomotif, maupun ritel, tentang penurunan daya beli masyarakat.

Data tentang siapa yg berhak mendapatkan subsidi, diduga bermasalah. Hal tersebut diakui oleh Dirut PLN sendiri, ada 43.018 rumah tangga yang telah mengadukan data TNP2K, di mana 19.972 di antaranya sesudah diverifikasi PLN, ternyata terbukti layak untuk tetap menerima subsidi dari Pemerintah.

“Apa gunanya proyek listrik 35 ribu Mega Watt, jika rakyatnya tak memiliki daya beli.” ungkap Fadli, sambil bergegas pergi menutup pembicaraan dengan awak media.(red)

Penulis: Abie Rekso

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here