Deklarasi Akbar Prabowo Sandi di Galuh Mas Karawang

0
67

PIONLINE, Karawang – Mantan Danjen Kopasus ke-8 yang punya sandi 08 (Koslap) Letjen TNI Purn. Prabowo Subianto yang nota bene calin presiden nomor urut 02 dengan gagah dan berwibawa menyapa dengan hangat para sekitar 150 ribu Relawan Militan Prabowo Sandi di Lapangan Galuh Mas, Karawang Timur, Provinsi Jawa Barat (29/2/2019).

Meskipun lapangan becek bekas ditimpa hujan deras dan matahari terik seakan membakar tubuh tak menyurutkan ratusan ribu pendukung untuk hadir dan merangsek ke depan untuk menemui sang calon presiden harapan bangsa dan negara Indonesia.

Prabowo bak seniman kawakan membacakan puisi kondang karya Chairil Anwar berjudul Karawang – Bekasi saat menutup orasi penyebar semangatnya.

“Dulu jalan antara Karawang – Bekasi penuh korban jiwa. Ini karya Chairil Anwar berjudul Karawang-Bekasi,” kata Prabowo sebelum membacakan puisi.

Menurut Prabowo, puisi legendaris tersebut mengandung makna mendalam yang menggambarkan zaman revolusi kemerdekaan. Dimana, jalan antara Karawang dan Bekasi dipenuhi jasad para pejuang yang gugur demi merebut kemerdekaan, tanpa pamrih demi mewujudkan Indonesia adil makmur.

Tambah Prabowo yang berpesan agar masyarakat bisa terus menjaga semangatnya seperti rakyat Indonesia terdahulu. Hal ini demi mengawal perubahan di Indonesia yang lebih baik. Indonesia yang Adil Makmur.

Masih menurut Prabowo “Saya yakin, rakyat Indonesia adalah pejuang pemberani. Dulu kita usir penjajah, sekarang kalau ada yang suka menjajah bangsa sendiri, kita lawan,” (red)

Laporan: Agus Yusbiyadi MPI Bekasi

  Puisi Karawang – Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi, tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami, terbayang kami maju dan mendengar hati

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda, Yang tinggal tulang diliputi debu

Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan

atau tidak untuk apa-apa,

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami

Teruskan, teruskan jiwa kami

Menjaga Bung Karno

menjaga Bung Hatta

menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat

Berikan kami arti

Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami

yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

(dibacakan Prabowo di tengah Orasi Politik nya)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here