Anggur Tanah Karo

0
91

PIONLINE, HORTIKULTURA – Biwa atau disebut juga sebagai  Anggur Karo berasal dari dataran tinggi China. Harganya di bandrol berkisar Rp 100.000 per kilogram. Namun demikian belum juga menarik perhatian petani tanaman buah Sumatera Utara, untuk membudi dayakan, terutama petani tanaman buah yang berada di dataran tinggi, seperti Kabupaten Karo. Padahal pada saat ini buah Biwa hanya dapat kita temui di kabupaten tanah karo.

Walau pun belum di budi dayakan. Buah Biwa atau Anggur Karo hampir dapat kita dapati di setiap rumah penduduk di tanah Karo. Selanjut nya, jika sudah dibudidaya kan dengan baik. Tentu saja buah Biwa atau Anggur Karo ini bakal buah dapat  di jadikan  salah satu  tanaman unggulan dari tanah Karo. Karena Biwa hanya ada di yana Karo

Harga yang di bandrol sangat menggiurkan, tidak juga mampu mengusik petani untuk membudidaya kan nya apalagi pada tataran mengembangkannya.  Memang sudah ada di sekitaran Berastagi dan Merek yang menanam diatas lahan seluas 5 Ha ditanami dengan Biwa dengan tidak kurang dari 1.700 populasi pohon.

Petani buah kurang tertarik menanam Anggur Karo ini lantaran Usia tanam hingga musim petik buah relative lama, berkisar antara 3,5 – 5 tahun. Lagi pula produksinya tidak terlalu banyak kecuali budidayanya dilakukan secara intensif. Jika di budidaya kan secara intensif, dalam artian pemupukan diperhatikan begitu juga dengan pengendalian hama dan penyakitnya, produksi tanaman biwa bisa mencapai 40- 50 kg per pohon per tahun dengan umur tanaman sekitar 5 tahun. Sedang kan usia tanaman bisa mencapai 20 tahun.

Sebalik nya kalau perawatan tidak dilakukan secara baik dan benar, produksi yang bisa dicapai hanya berkisar 25 – 30 kg per pohon per tahun dengan umur tanaman 5 tahun. Buah  yang memiliki kandungan asam sitrat, karoten, vitamin A yang baik untuk kesehatan mata,  vitamin B dan C. Buah Biwa rendah kalori dan tinggi serat. Buah ini juga mengandung potasium yang baik untuk mengontrol tekanan darah tinggi dan detak jantung. Sayang nya kurang familiar dan sangat jarang sekali ditemukan di pasar-pasar buah.

Keberadaan tanaman berasal dari dataran tinggi China ini tidak sembarangan. Biwa hanya bisa hidup di daerah dataran tinggi seperti di dataran tinggi tanah Karo. Begitupun, pembudidayanya sangat jarang sekali. Itu juga yang mengakibatkan buah biwa menjadi mahal dan susah ditemukan. Kini harganya berkisar Rp 100.000 per kilogram (kg).

Tanaman biwa, memiliki masa panen pada bulan Agustus sampai Desember. Tetapi, untuk panen raya berlangsung pada bulan November hingga Desember setiap tahunnya. Buah biwa berwarna kekuning-kuningan pada saat muda dan rasa buah biwa ini masam,   kalau sudah masak buah biwa akan berwarna orange mencolok dan rasanya  manis.

Sekali lagi bahwa Buah Biwa yang berasal dari dataran tinggi Tiongkok ini sangat cocok tumbuh di daerah dataran tinggi Misalnya Lembang Bandung, Lemah Sugih Sumedang, Dieng Wonosobo, Batu Malang dan masih banyak lagi dataran tinggi di Indonesia. (red)

Di lapokan kembali: Damri Nasution Kontributo MPI

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here