Kasihan, Hak Buruh Resign TKBM Kolaqi Berbulan-bulan Tak dibayarkan 

0
20

LEBAK, PIONLINE– Pekerja pada TKBM ( Tenaga Kerja Bongkar Muat ) Kolaqi di pelabuhan khusus PT.Cemindo Gemilang  mengeluhkan dengan berakhirnya masa kerja. Sementara itu  upah kerja yang menjadi hak mereka  belum di bayar oleh pihak Manajemen Kolaqi, padahal telah resign hampir dari 2 bulan lebih.

Disampaikan Eka Apriansyah buruh yang telah resign dan belum di bayar upahnya(1/5), “Pada bulan Januari 2019 saya mengambil keputusan untuk mengundurkan diri, dikarenakan pembayaran upah dari koperasi Laut Qidul Sudah tidak jelas, dimana kami terus bekerja namun hanya mendapatkan pinjaman saja setiap bulannya dan sampai saat ini upah kerja saya selama 2 bulan sebesar Rp. 5.770.500,- masih belum dibayar”, ungkapnya.

Menurut Eka, selain dirinya masih banyak upah buruh- buruh yang lain yang juga belum dibayar. Kami hanya  diberikan Informasi dan janji pembayaran, yang nyatanya sampai saat ini hak upah kami belum juga dibayar. Eka pun Berharap Kepada Para Buruh yang senasib dengannya agar berani menuntut Hak nya agar pihak koperasi segera membayar.

“saya dan beberapa buruh lainnya sudah mengadukan dan menguasakan kepada Ormas BPPKB Banten PAC Bayah Untuk Memperjuangkan Hak kami” pungkas Eka.

Di tempat yang sama Eden, juga buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Laut Qidul Mengeluhkan hal yang sama jika dari bulan September resigen hak upah dan Tabungan secara keseluruhan senilai Rp.4.894.000,- belum juga dibayar. Sudah beberapa kali menanyakan namun tak ada jawaban yang pasti, padahal Itu adalah keringet kami yang mesti mereka Bayar.

“Dari bulan September Saya resign, dan sampai sekarang hak upah saya belum dibayar,  saya sudah seringkali menanyakan, bamun jawabannya seperti tak ada keseriusan dari pihak koperasi untuk dapat membayar hak kami itu”, katanya.

Eden menambahkan, bahwa dirinya telah meminta bantuan mengambil hak Upahnya ke pihak Koaqi, dengan memberikan kuasa kepada Ormas BPPKB Banten PAC Bayah.

Sementara Budi Supriadi Sekertaris BPPKB Banten PAC Bayah, saar di konfirmasi wartawan (1/5) menjelaskan,

Mengenai Kuasa yang diberikan oleh para Buruh tersebut,Tiemnya telah melakukan komunikasi dengan pihak Kolaqi, dan mereka berjanji akan segera membayar, katanya. Selain itu Budi mengaku telah menyiapkan langkah lainnya Sebagai upaya untuk mendapatkan hak-hak para pekerja.

Berdasarkan pantauan dan Informasi yang kami himpun, jika TKBM Kolaqi masih beroperasi dan menjalankan kegiatan usahanya, tapi kenapa hak upah para buruh belum juga di bayar. Oleh sebab itu, kami dari ormas BPPKB DPAC.Bayah akan berupaya penuh menuntaskan ketidakadilan dan langkah sepihak dan ke sewenang-wenangan yang dilakukan pihak kolaqi kepada para pekerja, dan langkah selanjutnya sudah kami siapkan agar koperasi dapat segera melakukan pembayaran”, tandas Budi. (red)

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPI Lebak

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here