Pemudik Dari Bali Mulai Padati Pelabuhan Ketapang

0
26

PIONLINE, BANYUWANGI – Pemudik roda empat dengan tujuan Pulau Jawa mendominasi Pelabuhan Penyeberangan Ketapang – Gilimanuk. Umumnya mereka memilih pulang kampung lebih awal untuk menghindar macet.

Sejak Kamis siang (30/5/2019), tujuh dermaga di Pelabuhan ASDP Ketapang dipadati pemudik yang keluar dari kapal yang sandar. Mereka berjubel keluar dari kapal secara bergantian dengan tertib.

“Saya lebih memilih mudik awal. Lebih santai dan tidak terlalu macet. Yang macet saat akan masuk ke Pelabuhan Gilimanuk. Selanjutnya santai saja sampai Jember, ” ujar M. Rofik, salah satu pemudik tujuan Jember, Jawa Timur.

Hal yang sama diungkapkan oleh Nanang, pemudik yang ingin berlebaran di kampung halamannya Jogjakarta. Dia ingin mencoba perjalanan darat melalui tol.

“Karena tiket pesawat mahal makanya saya pilih jalan darat. Kan sudah ada tol,” tambahnya.

Data manifes angkutan lebaran di pelabuhan ASDP Ketapang dan Gilimanuk jumlah penumpang setiap hari semakin meningkat. Pada H-6 Lebaran jumlah penumpang kapal pejalan kaki dari Gilimanuk menuju Ketapang meningkat 9 persen.

Saat ini sudah ada 46.967 dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 43.263 orang.  Untuk kendaraan roda dua yang sudah menyebrang ke Pulau Jawa tercatat 7.829 unit atau mengalami penurunan 5 persen dari tahun lalu sekitar 8.236 unit.

Sementara untuk roda empat naik 12 persen. Jumlah kendaraan yang menyebrang ke Jawa tercatat 6.504 unit dari tahun sebelumnya 5800 unit.  Kepadatan penumpang dari Pulau Bali ini diprediksikan meningkat hingga menjelang Lebaran.  ASDP Ketapang  memprediksi puncak arus mudik lebaran akan terjadi pada H-2 Lebaran.

“Kalau prediksi kami terjadi pada H-3 dan H-2 itu dari Gilimanuk. Kalau di ketapang terurai, diprediskis h+ atau setelah lebaran kepadatan baru akan terjadi di Ketapang,” ujar GM ASDP Ketapang, Fahmi Alweni.

Hingga saat ini, ASDP Ketapang masih mengoperasikan 32 armada kapal dari 56 armada yang ada di penyeberangan di Selat Bali ini. Percepatan dilakukan pada sistem bongkar muat di dua pelabuhan yang menghubungkan Jawa dan Bali.(red).

Laporan: Bams MPI Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here