Wali Murid SDN Telukbango III Keluhkan Pemotongan Tabungan

0
279

KARAWANG, PIONLINE – Pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) Telukbango III, Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang, diduga memberatkan orang tua murid yang telah melakukan pemotongan hasil uang tabungan para murid beberapa waktu yamg lalu. Hal ini sangat dikeluhkan orang tua murid karena tanpa adanya kesepakatan, Rabu (12/06/19).

Dikatakan salah seorang orang tua murid yang hendak mengambil uang tabungan anaknya, sebut aja namanya (Bunga) mengatakan dengan adanya prilaku wali kelas atau pendidik di SDN Telukbango III, dengan kesewenang wenangannya sangat disesalkan, karena tidak sesuai dengan harapannya.

“Hasil tabungan anak saya dibawah Rp 500 ribu, uang tersebut tadinya akan dipergunakan keperluan lain, namun oleh gurunya malah dipotong untuk bayar kegiatan diantaranya kenaikan kelas Rp 65 ribu, sampul raport kurtilas Rp 65 ribu dan untuk seragam batik Rp 170 ribu,”terangnya.

Lanjut, ia mengatakan waktu dibagikannya hasil tabungan dirinya  sudah meminta toleransi kepada wali kelas anaknya tentang biaya untuk kegiatan kenaikan kelas dan lainnya akan dilunasi setelah lebaran. Hal tersebut oleh wali kelas atau pendidik tidak digubris, dengan alasan uang yang terkumpul sudah di poskan.

“Saya sudah berupaya tetapi nasib berkata lain. Namun yang lebih parahnya lagi, ada wali kelas yang masih berani memotong hasil tabungan anak yatim untuk melunasi kegiatan kenaikan kelas dan lainnya, sedangkan anak yatim itu butuh perhatian dari kita semua,”ujarnya.

Sementara ditempat terpisah, Tri Yulianti selaku Kepala Sekolah SDN Telukbango III, Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang, dalam pengakuannya beberapa waktu lalu dihubungi via selulernya, membenarkan adanya pemotongan yang dilakukan oleh pihak sekolah terhadap hasil uang tabungan para muridnya pada waktu itu dibagikan. Menurutnya dilakukan pemotongan hasil uang tabungan tersebut berpareasi.

“Pihak sekolah melakukan pemotongan hasil tabungan untuk bayar sampul raport kurtilas Rp 65 ribu bagi kelas 1 dan IV saja. Sedangkan untuk pakaian seragam batik semua sama dikenakan Rp 170 ribu bagi murid perempuan, bagi para murid laki-laki dikenakan Rp 150 ribu, dan Rp 65 ribu untuk kegiatan kenaikan kelas,”akunya. (red)

Laporan: Sulaeman MPI Karawang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here