Penggerebekan Tempat Praktik Aborsi Aditama Medika

0
187

PIONLINE, BEKASI – Polisi membongkar praktik aborsi ilegal disebuah klinik di kawasan Tambun Kabupaten Bekasi.

klinik di Jalan Pendidikan No 1, Kampung Siluman, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Terdapat garis polisi di depan Klinik Aditama

Saat penggerebekan tempat praktik aborsi Aditama Medika II itu, petugas Unit Reskrim Polsek Tambun menemukan janin hasil aborsi.

Kapolsek Tambun, Kompol Rahmad Sujatmiko mengatakan pembongkaran tempat praktik aborsi itu atas informasi dari masyarakat.

Terdapat empat orang tersangka yang ditangkap dalam kasus praktik aborsi tersebut, pemilik klinik, petugas medis, serta pasien pelaku aborsi tersebut.

Kapolsek Tambun menuturkan berdasarkan pengakuan pemilik klinik, praktik aborsi baru dilakukan pertama kali akan tetapi pihaknya masih mendalami lebih lanjut.

Kita masih dalami, praktir aborsi yang telah dilakukan tersangka ini. Termasuk izin klinik ini kita sedang dalami ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

“Untuk usia janin yang diaborsi sekitar 6 minggu, pelaku lakukan aborsi janinnya karena malu hasil hubungan gelap atau terlarang,”.

Saat proses penggeledahan, ditemukan gumpalan darah yang diduga jaringan janin milik pelaku aborsi serta seorang pasien yg sedang dalam masa pemulihan.

Kemudian alat USG, lampu USG, tiang infus, infus set, gunting, obat mules, satu dus obat bius, satu alat monitor detak jantung, satu buah alat oksigen, dan dua dus sarung tangan karet.

Jadi kamuflase klinik ini dijadikan tempat pengobatan penyakit umum,” ujar Kapolsek Tambun.

Atas tindakannya, para tersangka diduga kuat melanggar tindak pidana di bidang kesehatan dan atau tindak pidana kesehatan dan atau tindak pidana aborsi.

Yakni Pasal 83 Junto 64 Pasal UU RI No. 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan dan atau Pasal 194 Jo pasal 75 ayat (2) UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan atau pasal 348 KUHP dan atau Pasal 354 KUHP.

“Masing-masing tersangka dijerat dengan pasal yang berbeda, untuk pelaku aborsi diancam hukuman penjara 10 tahun, pemilik klinik dan tenaga medis diancam 5 tahun penjara,” jelasnya.

Laporan: Shendi MPI Bekasi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here