BPD Rengasdengklok Selatan Pertanyakan Realisasi DD 2018

0
715

KARAWANG, PIONLINE Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang, menggelar rapat. Dalam rapat tersebut membahas sebagian realisasi Dana Desa tahap 3 tahun 2018 lalu, dengan dikelola BUMDes yang bekerjasama dengan Karang Taruna untuk membangun auning di area Tugu Proklamasi tak kunjung usai, Rabu (02/10/19).

Dikatakan, Dede, selaku anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, menurutnya BUMDes Rengasdengklok Selatan dalam menjalankan bisnis dengan Karang Taruna setempat dengan rencananya membangun auning yang akan disewakan. 

“Hal ini tentunya untuk melayani kebutuhan masyarakat setempat terutama untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL) di area Tugu Proklamasi Rengasdengklok, adalah gagasan yang positif,”ucapnya waktu ditemui Media Patriot Indonesia (MPI) Rabu (02/10/19).

Lanjutnya, mengatakan dengan digelarnya rapat, BPD mengharapkan adanya ketrasparanan tentang sebagian realisasi Dana Desa tahap 3 tahun 2018 lalu yang di kelola BUMDes dengan bekerjasama Karang Taruna setempat sebesar Rp 50 juta untuk bangun auning yang belum terwujud.  

“Kita sudah undang pengurus BUMDes dan pihak Karang Taruna sesuai prosedur, untuk di pinta penjelasan terkait pembangunan auning yang tak kunjung usai. Namun dari hasil rapat tersebut sangat disesalkan, karena tidak membuahkan hasil yang memuaskan,”ujarnya.

Sementara, Ketua BUMDes Rengasdengklok Selatan, mengatakan digulirkannya Dana Desa pada tahun 2018 lalu kepada Karang Taruna Rengasdengklok Selatan, sebagai bentuk kerjasama modal usaha untuk mengakomodir para Pedagang Kaki Lima (PKL) di area monumen Tugu Proklamasi, agar terlihat tertata rapih, dengan cara membuat tenda-tenda atau auning yang nantinya disewakan ke para PKL.

“Kita berikan modal kerjasama kepada Karang Taruna sebesar Rp 50 jutaan. Dan waktu penyerahan uang tersebut kita lengkapi bukti MoU dan Kwitansi,”ungkap, Tohir selaku ketua BUMDes Rengasdengklok Selatan.

Lanjut, Tohir, mengatakan berawal atas gagasan dari Karang Taruna dengan sistem bagi hasil. Hal tersebut BUMDes sebagai ”usaha bersama”, atau sebagai induk dari unit-unit usaha yang ada di Desa, dimana masing-masing unit yang berdiri sendiri-sendiri ini diatur dan ditata sinerginya.

“Namun, semenjak penyertaan modal, hingga kini wacana pembuatan tenda bagi PKL belum terwujud, dan hampir setahun belum juga ada kejelasan. BUMDes telah berkali-kali menanyakan kepada Karang Taruna, kapan rencana pembuatan tenda itu dilaksanakan,”pungkasnya.(red)

Laporan: Sulaeman MPI Karawang

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here