Di Rembang Bakal Calon Kades Ikuti  Tes Tertulis

0
556

PIONLINE REMBANG Tiga Oktober 2019  panitia pelaksana pemilihan Kepala Desa tingkat kabupaten Rembang, menggelar seleksi bagi bakal calon kades . Seleksi di gelar pada Kamis(3-10-2019) bertempat di aula lantai 4 kantor bupati Rembang.

Yang sebelumnya sempat menuai pro dan kontra karena di syahkanya peraturan bupati nomor 24 tahun 2019, tentang tata cara pemilihan dan pemberhentian kepala desa / pilkades. Pro & kontra yang sempat juga hingga para calon yang lebih dari lima orang meminta untuk audiensi dengan dewan dari komisi satu (A), yang di gelar kemarin di ruang sidang paripurna DPRD kabupaten Rembang bersama dengan Lembaga ( LSM KPMP) sebagai lembaga pendamping.

Hari ini pelaksaan tes resmi di gelar, ada 15 calon kades yang mengikuti seleksi. Mereka yakni berasal dari desa Sumberjo kecamatan Rembang ada 9 bakal bakal calon, yang sempat juga menuai rumor, bahwa pelaksanaan pilkades di desa tersebut akan di tunda. Desa lainnya yakni desa Sumber girang kecamatan Lasem.

Kepala bagian tata pemerintahan setda Rembang Nur Purnomo yang kami mintai keterangan, berdasarkan data perSeptember 2019 tercatat ada 22 desa yang di wacanakan menggelar seleksi bakal calon yang lebih dari lima .Namun jumlah tersebut terus berkurang seiring berjalanya waktu mendekati detik- detik pelaksanaan seleksi di tingkat kabupaten.

Nur Purnomo juga menyampaikan , sampai dengan H- 1 kemarin ada 6 desa yang tercatat akan menggelar seleksi, namun para peserta berkurang saat mendekati hari H tes tertulis di laksanakan.

Menurut Nur Purnomo telah menyiapkan lembar kertas materi seleksi. Sejumlah 33 peserta lengkap dengan tempat duduknya.

Untuk pelaksanaan bakal calon kepala desa yang memenuhi persyaratan administrasi sampai detik ini hanya ada 2 desa. Yakni desa Sumberjo kecamatan Rembang dan desa Sumber girang kecamatan Lasem, yang sebelumnya pada tanggal 6- 9 -2019 total ada 22 desa, dari 237 desa tandasnya.Suatu pengurangan yang sangat siknifikan. 

Lebih lanjut menambahkan jika bakal calon kades yang mengundurkan diri sebelum penetapan tidak di kenakan sanksi, baik administrasi maupun pidana. Karena balon mundur sebelum resmi di tetapkan.

Meski demikian ,mereka di minta untuk membuat surat pernyataan bermaterai secara resmi, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan mengundurkan diri tanpa ada paksaan. Panitia seleksi bakal calon kades menyiapkan 100 soal, yang di uji kan, antara lain memuat unsur pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan. Seluruh soal di kerjakan oleh peserta dalam waktu 2 jam.

Peserta di larang menggunakan / membawa alat komunikasi saat pelaksanaan tes. Peserta hanya di berikan kesempatan satu kali menuliskan jawaban dan tidak boleh ada pembetulan. Hasil tes tertulis dapat langsung di ketahui & di umumkan setelah tes secara transparan di hadapan para peserta.

Hasil tes tersebut akan di serahkan kepada panitia pilkades tingkat desa ,untuk di gabungkan dengan point tambahan, dengan variable yang telah di tetapkan berdasarkan perbup. Yakni seperti pengalaman di lembaga pemerintahan, usia, dan pendidikan yang nantinya akan jadi penentu bakal calon lolos menjadi calon kades. 

Laporan: Tan & Sis MPI Rembang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here