1,6 Tahun Penjara Untuk Terdakwa Penggelapan Uang Konsumen FIFGROUP

0
90

PIONLINE LEBAK Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lebak menjatuhkan vonis 1,6 tahun penjara kepada AS, terdakwa kasus pengelapan dalam jabatan di perusahaan FIFGROUP Cabang Rangkasbitung, dalam sidang yang digelar Kamis (10/10/2019).

Vonis terhadap terdakwa mantan karyawan FIFGROUP yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Kustrini, SH, MH lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Roy Tua Hakim, SH yang menuntut terdakwa 2,3 tahun penjara.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melawan hukum berupa pengelapan dalam jabatan, sebagaimana pasal 374 KUHP. Terdakwa dalam perbuatan melawan hukumnya, tidak menyetorkan uang pembayaran angsuran kredit dari konsumen kepada perusahaan.

“Akibat perbuatan terdakwa, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 28.779.000,” kata Majelis Hakim dalam amar putusannya. Sebagaimana fakta dan bukti dipersidangan, terdakwa tidak menyetorkan uang angsuran sebanyak 29 konsumen yang dititipkan kepada terdakwa yang seharusnya disetorkan ke perusahaan, yaitu FIFGROUP Cabang Rangkasbitung. Hal itu diketahui, setelah pihak perusahaan melakukan kroscek kepada konsumen, dimana konsumen sudah melakukan pembayaran angsuran melalui terdakwa dengan bukti kwitansi setoran, sebagaimana barang bukti berupa surat Kuasa Nomor : 01/FIF-141/OR2-DEPT-RK3/1X/2015 tanggal 6 Desember 2010.

“Atas fakta bukti dan saksi dipersidangan, maka majelis hakim memutuskan vonis 1,6 tahun penjara kepada terdakwa,” ujarnya. Menanggapi putusan majelis hakim, terdakwa Berinisial (AS) menerima dan tidak melakukan banding.

Sementara terpisah, Branch Manager Cabang FIFGROUP Rangkasbitung, Erna Handoko, didampingi Recovery Section Head, Agus Gunawan mengaku puas dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa. Vonis tersebut, diharapkan bisa memberikan efek jera dan menjadi pelajaran bagi pegawai lain di perusahaannya agar bisa bekerja sesuai ketentuan dan tidak melakukan tindakan melawan hukum.

“Kejadian ini, sebaiknya bisa dijadikan pembelajaran bagi karyawan lain, agar bekerja sesuai aturan dan tidak melakukan tindakan yang melawan hukum,” ujarnya.

Terdakwa dilaporkan oleh pihak perusahaan kepada pihak Kepolisian pada September 2018, karena tidak menyetorkan uang angsuran konsumen kepada perusahaan FIFGROUP Cabang Rangkasbitung yang beralamat di Jalan Sunan Kalijaga Nomor 260 Blok C, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung. (red)

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPI Banten

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here