Kinerja Pengawasan Disperkim Kembali Dipertnyakan LSM Bentar

0
37

LEBAK PIONLINEKoordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Benteng Aliansi Rakyat (LSM Bentar) Provinsi Banten Ena Suharna, kembali mempertanyakan kinerja Pengawasan Disperkim Banten atas proyek yang berada di sejumlah titik di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak – Banten. Diduga kuat proyek itu telah disubkontraktuilkan. Senin (14/10/19).

Ena Suharna kepada wartawan (14/10/19) mengatakan, tidak hanya menyoal dugaan buruknya kualitas atas sejumlah pembangunan sarana dan prasarana dikawasan strategis tersebut. Akan tetapi, sejumlah pembangunan drainase, baik yang ada di Desa Sawarna Timur Kecamatan Bayah dan di Desa Cikatomas serta sejumlah pembangunan betonisasi jalan lingkungan yang berada di Kecamatan Cilograng juga sebagiannya diduga kuat telah disubkontraktuilkan.

“Menyangkut pembangunanan sejumlah drainase sejumlah 9 titik yang bernilai miliaran rupiah tersebut, kita sedang menunggu surat pernyataan yang substansial dari pihak disperkim banten sebagaimana tuntutan kita saat audiensi beberapa waktu lalu. Karena, hal itu akan menjadi acuan kita untuk ditindaklanjuti secara berkelanjutan”, katanya. 

Selanjutnya Ena juga memaparkan, banhwa, untuk pembangunan betonisasi yang salah satunya ada di Kampung Nanggewer Desa Cijengkol Kecamatan Cilograng, bukan hanya papan informasi anggaran proyek yang tidak dipasang dilokasi, diduga kualitas pembangunan tidak sesuai spek (RAB), dan hal yang lebih krusialnya lagi adalah dugaan terjadinya Subkontrak pula,” beber Ena. 

Ena menjelaskan, dugaan tersebut merupakan hasil penulusuran pihaknya dari orang-orang yang dipandang berkopenten, dan bisa dibilang mengetahui betul persoalan itu.

“Informasi yang kami telusuri dilapangan bahwa untuk proyek betonisasi yang ada di Kampung Naggewer tersebut diduga sempat ditawarkan senilai Rp 80 juta dari nilai pagu Rp 180 juta untuk disubkontraktuilkan ke pihak masyarakat, namun informasinya ditolak. Sehingga saat ini rumornya diduga telah disubkon ke salah satu oknum kades berinisial AD,” jelas Ena.

Yang lebih menariknya kata Ena, informasi yang didapat dari dua pihak yang dipandang berkopenten tersebut, menurut keterangan sumber yang tidak bisa disebutkan namanya, terjadinya dugaan jual beli sejumlah proyek Disperkim Banten, ada keterlibatan oknum berinisial “RA”. Diduga kuat menjadi orang yang berperan memainkan subkontraktuil proyek. Termasuk diantaranya proyek betonisasi jalan lingkungan di Kampung Nanggewer Desa cijengkol Kecamatan Cilograng.

Untuk pembangunan betonisasi diduga ada sejumlah 5 titik lagi yang tersebar dibeberapa kecamatan, diduga terjadi hal serupa yang dilakukan oleh inisial RA,” ungkapnya.

Ena menduga, praktik jual beli proyek disperkim tersebut tidak mungkin dilakukan “RA” sendirian, melainkan ada dugaan keterlibatan oknum pihak Disperkim itu sendiri, karena tidak mungkin pihak terkait tidak mengetahui persoalan tersebut. “Hal ini sedang kami kaji dengan beberapa lembaga lainnya dan akan kami laporkan ke Gubernur,” pungkas Ena. (red)

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPI Banten 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here