RKB SDN Rengasdengklok diduga Gunakan Matrial  Kurang Berkualitas

0
43

batuan sebesar Rp. 515.142.000,-. Namun dalam pelaksanaannya secara Swakelola diduga tidak sesuai spek.

KARAWANG, PIONLINE Salah satu Sekolah Dasar Negri dilingkungan Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang, mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019, yang diperuntukkan membangun (RKB) Ruang Kelas Baru, Jum’at (18/10/19).

Hasil pantauan Media Patriot Indonesia (MPI) Sekolah tersebut adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rengasdengklok Selatan VII, dengan mendapatkan batuan sebesar Rp. 515.142.000,-. Namun dalam pelaksanaannya secara Swakelola diduga tidak sesuai spek.

Dengan adanya dugaan tersebut, tampak jelas kayu yang digunakan buat pemasangan usuk, boplang dan penopang lainnya untuk memperlengkap pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Gedung Sekolah, kurang berkualitas, dan sebagian kayu terindikasi mati urat. Hal ini akibat lemahnya pengawasan dari instansi terkait. 

Sedangkan dalam penggunaan jenis kayu yang tidak berkualitas terindikasi akan mengakibatkan ambruknya bangunan Gedung Sekolah tersebut yang akan dijadikan sebagai tempat belajar mengajar para siswa/i. Hal ini tentunya dari instansi terkait perlu melakukan pengawasan yang signifikan.

Dikatakan, Korwilcambidik Rengasdengklok, Rusta Anzela, yang sekaligus sebagai pengawas pembangunan RKB di SDN Rengasdengklok Selatan VII, mengenai jenis kayu untuk pelengkap pembangunan gedung RKB SDN Rengasdengklok Selatan VII, dirinya kurang hapal nama-nama jenis kayu yang digunakan.

“Jenis nama kayu saat ini yang digunakan pelengkap pembangunan RKB saya kurang begitu paham. Adapun jenis kayu mahoni dibilang kayu jati pun saya tidak terlalu begitu mengenalnya,”kata Korwilcambidik melalui via selulernya kepada Media Patriot Indonesia (MPI) Jum’at (18/10/19).

Lanjutnya, mengatakan bahwa dirinya beberapa waktu yang lalu pernah menyarankan terhadap Kepala Sekolah, bahwa untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), yang dibiayai DAK dalam pelaksanaannya harus sesuai petunjuk yang ada atau sesuai juklak dan juknis.

“Saya sudah memberi saran dalam merealisasikan DAK untuk membangun RKB harus bekerjasama dengan fasilitator sehingga sesuai arahan dan petunjuknya,”pungkasnya,(red)

Laporan: Sulaeman MPI Karawang

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here