Waspada TBC Paru Dan Kusta

0
56

PIONLINE KETANGGUNGAN Pada hakikatnya hidup selalu ingin dalam keadaan sehat segar dan bugar. Mensana Incorpore Sano demikian pepatah memiliki ruh terpatri yakni Di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat.

Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Kesehatan gencar melakukan sosialisasi kesehatan dan lebih spesifik pada Penyakit Menular.

Imron mantri yang mengisi materi penyuluhan menjelaskan bahwa endemik penyakit Paru (TBC) dan Kusta merinci lebih masif karena Brebes masuk dalam 5 besar endemik terutama di Kecamatan Ketanggungan.

” Brebes cukup signifikan penyakit ini ” ujarnya. Lebih lanjut bahwa untuk Panduan Puskesmas Cikeusal yang membawahi unit Puskesmas Pembantu ( pustu- red ).

Mewabahnya penyakit ini di timbulkan dari kontak badan terutama terjadi dari terdekat keluarga.Sementara itu ciri – ciri kusta yang memang belum banyak di fahami oleh masyarakat.

” Timbulnya bintik putih kayak panu dan terasa kulit bebal,dan bercak merah di kulit lebih di aktifkan karena bakteri ” Tambah Imron dalam paparannya.

Pendampingan Pelayanan terus di lakukan secara intensif untuk membrantasnya.Bu Bidan Anti demikian bidan cantik sering di panggil oleh masyarakat. Pada prinsipnya bahwa penyembuhan lebih pada si pasien yang memiliki rasa tanggung jawab (29/10 ) saat di konfirmasi tentang Penyakit Menular tersebut.

” Kembali pada si pasien agar lebih disiplin pada dirinya untuk merawat ” Sorongnya.lanjutnya bahwa kusta sering di wilayah lembab dan penularannya butuh waktu lama begitu pula penyembuhannya.

Dan penyakit Kusta atau Lepra bisa di kirim ke Jepara khusus menangani kasus kusta secara gratis..bahkan pasien akan di bantu untuk pengembangan diri dengan kurikulum ketrampilan.

Beda Kusta atau Lepra beda pula dengan Paru.Penyakit ini juga cukup ganas karena penyebarannya cukup cepat.

Dalam penanganan cepat sebagai 5 Langkah stop TB yakni Siap Vaksin BCG,Periksa kontak,Berhenti merokok,Jaga Kebersihan,Jaga Jendela terbuka. Tahapan yang di perinci dengan sestemik  dengan pengetatan berintetaksi.

Udara lebih cepat dalam penularan karena tidak mungkin di bendung.” Melalui udara yang terhirup apa lagi dalam daya tubuh lemah ” tegas Bidan Rina vantiati atau sering di panggil Bidan Anti yang bertugas di Pustu Kesehatan  Kubangsari Ketanggungan.

Pemahaman kesehatan masyarakat saat ini pemerintah mencanangkan suatu gerakan integrasi bernama “GERMAS “.Namyn lebih penting yaitu masyarakat menjaga kebersihan  di lingkungan masing- masing terlebih yang telah terdeteksi penyakit menular tersebut harus memiliki etika terhadap lingkungannya.

“Menjaga Kesehatan lebih baik dari pada mengobati ” jargon ini masih layak untuk di terapkan.

Catatan: Mohammad Riyadi MPI Brebes

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here