Pabrik Sepatu SengDam Rembang Di Jual Ke Adidas

0
2732

PIONLINE REMBANG Pabrik sepatu  yang berlokasi di Clangapan/ timur Rowo Setro, jalan Rembang – Pamotan, yang semula di dirikan oleh investor dari Korea Selatan yakni PT SengDam Jaya Abadi, saat ini status nya di jual kepada pihak lain, yaitu jatuh ke PT Parkland World Indonesia atau PWI, tidak lain pabrik sepatu ternama yang bermerk ADIDAS.

Hal ini di sampaikan oleh Bupati H. Abdul Hafidz pada tanggal 29 / 10- 2019 kepada para wartawan di ruang kerjanya, komplek kantor Sekda Rembang. Abdul Hafidz merasa perlu menyampaikan hal tersebut kepada masyarakat Rembang, karena pabrik sepatu di harapkan akan mampu menyerap tenaga kerja dan bisa mengurangi angka pengangguran, sekaligus menumbuhkan daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati menambahkan meskipun pindah status kepemilikan,namun pihaknya akan berusaha mengawal supaya perekrutan tenaga kerja tetap memprioritaskan tenaga lokal,utamanya dari desa-desa ring 1sekitar pabrik atau orang Rembang.

“Di pabrik tersebut, tiap unit bangunan produksi mampu menampung kapasitas tiga ribu orang tenaga kerja. Sekarang terdapat 4 bangunan. Kalo tenaga skill tidak ter intervensi ,meski ada porsinya.Tapi yang non skill, harus di utamakan sebagai tenaga lokal.

Abdul Hafidz mengaku agak kecewa, lantaran PT. Sengdam Jaya Abadi sejak awal tidak mau terbuka menyangkut masalah investasinya di kabupaten Rembang. Ketika manajemen pabrik merekrut 1.200 orang karyawan/tenaga kerja, justru status pabrik di jual hal ini yang sangat di sayangkan. Namun juga ada yang melegakan, yakni pembeli pabrik tersebut merupakan pembeli atau Investor yang lebih berpengalaman di bidang industri sepatu.

Informasi yang ia terima setelah pabrik di ambil alih, jumlah pekerja kisaran 840 an orang. “Adidas Group menurut info yang telah di terima lebih baik dari kesejahteraan, fasilitas dan pemasaran. Dengan harapan pabrik sepatu yang ada di Gelagapan Rembang setelah alih investor nantinya akan lebih bisa meningkatkan ekonomi kabupaten Rembang dan mengurangi angka penangguran.

Laporan: Tan & Sis MPI Rembang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here