Kabupaten Pati Masuk Zona Merah Penyebaran HIV-AIDS Di Jateng

0
195

PIONLINE PATI Komisi penanggulangan HIV-AIDS (KPA)kabupaten Pati mencatat ada sebanyak 1.532 warga kabupaten Pati yang tertular virus mematikan bahkan sampai saat ini belum di temukan obatnya, yaitu virus HIV-AIDS.

Dari jumlah tersebut ada 217 orang di antaranya sudah meninggal dunia. Pengelola Monev KPA kabupaten Pati Sinarto mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah pengidap HIV – AIDS di kabupaten Pati terus bertambah bahkan mengalami peningkatan. Dari jumlah yang paling banyak adalah kelompok swasta. Kemudian di susul kelompok ibu rumah tangga.

Jumlah kelompok yang beresiko tinggi di kabupaten Pati dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2019 ini. Swasta asa 66 kasus dan ibu rumah tangga ada 22 kasus, jumlah fenomenal dan sangat beriringan.

Sementara jika di lihat dari distribusi kasus berdasarkan jenis kelamin, laki- laki yang paling mendominasi kasus tersebut. Tercatat ada 41 kasus distribusi HIV-AIDS yang di lakukan laki- laki hingga akhir September lalu. Sedangkan untuk kelompok perempuan yang tercatat mengidap HIV- AIDS sebanyak 18 orang.

Menurutnya data ini adalah mereka ( pengidap HIV- AIDS)yang telah di periksa dan terdeteksi di layanan kesehatan kabupaten Pati.Kalau yang luar daerah,kami tidak bisa mengaksesnya, jelas Sinarto. Contoh: Kalau yang mengidap HIV- AIDS periksa di Semarang, tentu tidak bisa terdeteksi kami KPA kabupaten Pati, imbuhnya. Mengingat banyaknya penderita yang keluar daerah untuk melakukan pemeriksaan. 

Meski demikian, dirinya berharap agar masyarakat tidak serta merta mengucilkan atau menjauhi orang yang mengidap virus HIV-AIDS( ODHA). Mengingat karena mereka juga membutuhkan perhatian dan simpati kita sebagai masyarakat sosial. Jangan di kucilkan. Mereka juga butuh hidup sosial dan berbaur dengan masyarakat lain. Apalagi cara penularanya juga tidak semudah yang di bayangkan oleh masyarakat awam. 

HIV – AIDS memang selaku jadi perhatian dari dinas kesehatan dan KPA, dan pemerintah. Agar menyebaran virus HIV – AIDS bisa di tekan dan terdeteksi lebih dini. 

Laporan: Tan & Sis MPI Rembang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here