Bekasi Tourism Exhibition Tampilkan Sugih Batik

0
277

PIONLINE BEKASIGelaran Tahunan Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi “Bekasi Tourism Exhibition” yang berlangsung 3 hari  yakni 22-24 November 2019 kiranya belum berhasil menyedot penonton dan penikmat seni budaya serta penikmat kuliner untuk hadir. 

Beberapa stand mengeluhkan bahwa Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi abai untuk bisa menghadirkan setidaknya PNS dinas instansi terkait dg fasilitas dan inisiasi Dinas Pariwisata bisa hadir berbondong-bondong dengan fasilitas bus Pemkab Bekasi apalagi bisa bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi untuk setidaknya menghibau hadir dan difasilitas kendaraan bus Pemkab Bekasi sehingga bisa bersinergi dalam muatan edukasi memperkenalkan kearifan lokal dan event Bekasi Tourism Exhibition kepada para siswa-siswi di Kabupaten Bekasi.

Dalam sepinya Bekasi Tourism Exhibition ada satu yang menarik minat penulis yakni kegigihan sosok utuh Hj. Sri Sugiarti lewat brand Sugih Batik yang semangat memproduksi dan mempromosikan Batik khas Kabupaten Bekasi  yang kerap kali disebut Batik Golok hingga tembus ke Negeri Jiran, Malaysia dan Singapura.

“Bekasi punya batik sendiri dan banyak corak kearifan lokal Bekasi terutama motif golok dan lele, ” ungkap Sri Sugiarti, pegiat Batik Bekasi yang awalnya belajar membatik hingga menghadirkan guru membatik dari Solo Jawa Tengah yang hingga kini masih jadi mentor membatiknya.

Masih menurut pemilik Sugih Batik ini, pihaknya juga membuka pelatihan kepada masyarakat di workshopnya yang ada di Meadow Green Jl.Cemara Hijau 2 No.47 Cibatu, Lippo Cikarang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Seperti kita ketahui bersama, saat ini batik sudah menjadi trend, seharusnya pemerintah daerah khususnya Pemkab Bekasi mendorong atau menghimbau semua jajaran pemerintah dari tingkat desa sampai kabupan menggunakan Batik Khas Kabupaten Bekasi. 

Tambah Ketua Alisa “Khadijah” ICMI Kabupaten Bekasi ini, seyogyanya Pemerintah Kabupaten Bekasi membangun pusat oleh-oleh dan souvenir Kabupaten Bekasi misalnya di Graha Pariwisata  Kompleks Stadion Wibawa Mukti atau ada space promosi di Kantor Bupati Bekasi. Terlebih lagi bisa memfasilitasi adanya ruang pamer kecil di setiap gerai mini market yang ada sehingga produk UMKM Lokal Setempat bisa berpromosi yang muaranya adalah munculnya ekonomi kreatif dan meningkatkatnya penghasilan masyarakat setempat sehingga bahagia sejahtera, pungkas Hj. Sri Sugiarti penuh harap dan optimisme sebagaimana warna cerah khas Batik yang menarik minat lihat.  (red)

Laporan: Agus Yusbiyadi MPI Bekasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here