Brebes Sepakat Pilkades Damai

0
27

PIONLINE BREBES Pagi itu Pendopo Brebes di gerudug ratusan orang.Puluhan petugas polisi dan Shabara telah merapat,begitu juga personil dari TNI.

Di area alun- alunpun tidak sedikit mobil terparkir mengutari rute lingkarnya.Oran- orang yang masuk satu – satu ditanya oleh Satuan Tugas Pamong Praja yang menjaga sekitar pendopo.

Ya..Benar tidak ada sesuatu yang menghebohkan kecuali hari itu (4/12) semua orang tertib duduk di kursi yang tersedia.

Pengawas dan pemantau pilkades Kabupaten Brebes mengundang Seluruh Calon Kepala Desa dan Kades masing- masing Desa,Para Camat juga Panwascam. “Kami sengaja mengundang para calon kepala desa, dengan maksud bersama berikrar untuk menciptakan pilkades damai ” Demikian H.Attoillah yang Assisten Satu setda Brebes , saat memberi laporan terkini sebagai penanggung Jawab pelaksana pilkades dihadapan peserta yang di saksikan oleh Idza Priyanti Bupati dan Narjo SH,MH wakil bupati.

Lebih lanjut bahwa 360 orang terdaftar sebagai calon kepala desa dari 108 desa kursi yang di perebutkan para pemberani,mereka akan menyampaikan imaginnernya untuk memimpin desa yang tertuang dalam Visi dan Misinya.

Dalam kesempatan acara tersebut ada yang menggelikan yakni ketika di sampaikannya jumlah pemilih.

” Jumlah pemilih paling besar ada di Desa Pamulihan Kecamatan Larangan dengan jumlah 17.055 orang  ” Paparnya dan di samput tepuk riuh peserta.

Pejabat teras inipun diam sejenak menunggu peserta mereda.Tentu saja kalo penjumlahan ada besar tentu ada jumlah kecil seperti itu kiranya yang ada di pikiran tamu bupati ini.

“Dan yang terkecil ada di Desa Windu Sakti Kecamatan Salem yaitu hanya 416 pemilih ” sorongnya dengan tenor tertahan.

Maka pesertapun tidak memberi apllaus justru malah saling melirik pada teman di sampingnya sambil berseloroh

” Etamah ( itu-red) cukup Tiga TPS ” rada tak percaya ada desa yg berpenduduk hanya Dua Rw.

Sementara itu Ponggawa yang bertanggung jawab mengawal Keamanan dan Ketertiban di Kabupaten Brebes,Menekankan pada kondusifitas,agar berjalan Damai dan Lancar.

” Deklarasi ini jangan hanya di baca tapi harus di aplikasikan pada teamses dan pendukungnya “Tegas AKBP Arie  Kapolres muda energic di Brebes.

” Terlalu murah bagi kami hanya untuk menangani pilkades, Kami tetap dalam posisi netral meski ada anggota atau purnawirawan yang ikut dalam kompetisi ini ” tegasnya untuk menunjukan posisinya.

Paparan Kapolrespun di amini juga oleh rekannya yakni Kolonel Faisal Amri,SE Dandim Brebes, “Pilkades harus di laksanakan dengan sepenuh hati,mencari pemimpin 6 tahun kedepan ” Pesannya singkat.

Penanda tanganan ini di wakili oleh lima calon kepala desa yang dari Lima Kecamatan seperti, Kecamatan Salem,Brebes, Bumiayu, Bulakamba dan Larangan.

Idza Priyanti menuturkan dalam sambutannya, menyambut baik deklarasi ini namun ada sisi yang lebih penting jika kondusifitas di Kabupaten Brebes terjaga. Dalam pesannya menguraikan bahwa

tahun 2020 merupakan peletakan batu Kemandirian. ” Desa harus terus up date dalam kontek menjadi Galang Tekhnologi menuju Mandiri ” urainya.Sepertinya harapan besar itu bukan omong kosong atau bualan saja dihadapan audiebsinya.

“Kita akan buka jalan lingkar dari Losari sampai perbatasan Tegal,untuk memudahkan akses tingkat perputaran roda ekonomi” Harapnya yang akan di wujudkan segera. ” Maka Kepala Desa harus berperan aktif menjadikan warganya memiliku SDM unggul,untuk bisa mengimbangi era globalisasi pertumbuhan cepat   di Kawasan Industri Brebes ( KIB -red ).

Usai acaraDeklarasi Damai,para Calon Kades sempat merapat di berjubel untuk menyalami Bupati dan Teras pimpinan Brebes.

Pilkades merupakan wujud partisipasi politik dari klan terkecil namun cara seperti ini bisa menjadi wujud DEMOKRASI terlepas dari Intrik dan Taktik..

Dari kesemyanya kembali pada MARWAH kedamaian yang tercipta untuk membangun desa.

Laporan: Mohammad Riyadi MPI Biro Brebes

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here