Meneropong Bekasi Dan Persoalannya  

0
82

PIONLINE BEKASI Grup WhatsApp “Bekasi Baru Bekasi Bersih” menggelar Diskusi  Terbuka bertajuk Membedah Solusi Untuk Kabupaten Bekasi bertempat di Saung Bitung, Cikarang Barat, Sabtu 7 Desember   2019 dengan suasana hangat penuh keakraban.

Diskusi terbuka yang dihadapi oleh Budaya, Sejarawan, Akademisi, Pakar Hukum, Politisi, Mahasiswa, Aktifis, Pemuda, Awak Media dan Para Pejuang Kabupaten Bekasi menurut tuan rumah yang juga Ketua Umum Dewan Kesenian Kabupaten Bekasi yakni Ir. Iswandi Ichsan berharap dengan Diskusi ini bisa menginventarisir dan membedah Solusi untuk Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Masih menurut Iswandi, bahwa Dewan Kesenian, LSM, Ormas adalah mitra kerja pemerintah. Dan menyangkut kesenian Kabupaten Bekasi hendaknya pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata membantuk menampilkan dalam event Pemkab Bekasi dan meninggkatkan sinergitas sehingga para pelaku seni memperoleh hasil bagi hidup dan kehidupannya.

Ada 350 grup dangdut dan 150 grup topeng yang terdaftar di Dewan Kesenian  Kabupaten Bekasi suatu jumlah dan aset yg besar dan sangat bermanfaat bila sinergi dengan pemerintah terjalin simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan.

Syakiran salah satu tokoh pemuda dari Muara Gembong menyoroti istilah Bekasi Baru – Bekasi Bersih sebab katanya Bekasi baru yang mana Khan Bekasi udah lama terus Bekasi Bersih yang mana? Tanyanya. Kemudian berkaitan dengan usulan pemekaran wilayah Kabupaten Bekasi yakni pembentukan Kabupaten Bekasi Utara bagi warga asli Muara Gembong ini harus melihat seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat setempat. Jadi Panitia Pemekaran Kabupaten Bekasi yakni Aliansi Utara harus melakukan kajian mendalam terlebih dahulu, tegas Syakiran

Ketua Satria Kabupaten Bekasi H. Junaedi yang akrab disapa Ajuk menyoroti bahwa Kabupaten Bekasi telah 3 kali mendapat tamparan keras yakti Kasus Meikarta, Match Fixing Persikasi dan Kasus Homoseksual semua telak tanpa bisa mengelak jadi  kita harus lebih perhatian lagi pada semua aspek agak Kabupaten Bekasi tidak lagi dapat tamparan dan predikat buruk, intinya adalah ,masalah “Leadership” ujar pimpinan Sayap Partai Gerindra Kabupaten Bekasi.

Sementara itu Budiarta yang terlibat intens dalam penjaringan  Calon Wakil Bupati  Bekasi menyebutkan bahwa Calon orang nomor 2 Bekasi sampai saat ini yang fixed Marzuki, Tuti Yasin  dan H. Amin Fauzi tapi ketiganya nampak belum kelihatan gregetnya. Semoga cepat ada yang terpilih sehingga Bupati Bekasi tidak “Jomblo” kelamaan.

Ada cukup banyak masukan dan juga uneg” seperti terbengkalainya pembangunan Islamic Center Kabupaten Bekasi,  Kurangnya efektif nya pemanfaatan APBD sehingga tingginya Silpa Kabupaten Lain, Infrastruktur terutama jalan uang hancur hingga di wilayah selatan jalan bisa berlapis bagai kue lapis tapi kondisinya badan jalan yang rusak karena kerap kali dilewati Kendaraan dengan tonase besar yang tidak sesuai dengan kondisi jalan, masalah sampah yang menggunung dibeberapa tempat, masalah pencemaran sungai, masalah tidak adanya pusat kuliner, oleh-oleh khas Kabupaten Bekasi,. pengangguran di Kabupaten Bekasi kasih tinggi

Ada 21 butir catatan hasil Diskusi terbuka “Membedah Solusi  untuk Kabupaten Bekasi” yang selanjutnya akan disampaikan ke Bupati Bekasi, pungkas pemilik Saung Bitung Ir. Iswandi Ichsan seraya berharap diskusi bisa terus berlanjut di tempat yang berpindah agar ada manfaat juga solusi berkelanjutan untuk Kabupaten Bekasi. Semoga..! (red)

Laporan: Agus Yusbiyadi MPI Bekasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here