CV Gadung GT Di Tuding Warga Tidak Prefesional

0
105

LEBAK  PIONLINE –  Pengerjaan lapen jalan Kp. Warung Lame – Kp.Sukajaya Desa Bayah Timur Kecamatan Bayah sepanjang 0,5 KM dengan lebar 2,5 meter dari APBD Lebak TA. 2019 melalui Dinas PUPR sebesar Rp.245.465.000,- (Dua Ratus Empat Puluh Lima Juta Empat Ratus Enam Puluh Lima Ribu Rupiah)  disoal warga.

Begitu juga dengan pengerjaan lapen  jalan dari kampung Ciwaru menuju kampung Neglasari atau Bugel Desa Bayah Barat Kecamatan Bayah yang belum lama selesai dubangun,  kini banyak titik yang mengalami kerusakan.

Warga mengatakan, bahwa banyaknya material batu screening yang berceceran di bahu jalan akibat tidak menempel pada badan jalan dituding karena kurangnya penggunaan aspal. Begitu pula dengan kualitas pengerjaan lapen yang dianggap masarakat buruk dan asal jadi, pasalnya belum lama pengerjaan itu beres dan digunakan sekarang jalan ini sudah banyak yang mengalami kerusakan.  

Saat wartawan MPI mengkonfirmasi lewat sambungan telepon celuller, Cecep selaku konsultan pihak pelaksana berdalih,  mungkin kerusakan jalan kampung Warung Lame – kampung Sukajaya tersebut akibat gangguan alam musibah banjir, dan menurutnya bahwa pengerjaan lapen tersebut sudah sesuai setandar. 

“Kalau di pekerjaannya memang saya yang kawal semua, tapi itu kembali lagi ke pelaksana, yang penting dia sudah sesuai standar intinya dan sudah memenuhi syarat, katanya. 

Kalau menurut saya mah, lanjut Cecep. Masih di batas kewajaran lah kualitasnya,  juga kan ada tahapan pemeliharaan selama lima – enam bulan, itu jadi tanggung  jawab pelaksana kerja. Jadi kalau ada masalah dilaporkan saja kepada pihak pelaksana”, kata Cecep. 

Saat ditanya banyaknya batu screening yang berserakan dan tidak menempel pada badan jalan, Cecep mengatakan, bahwa batu screening pada bagian atas memang tidak boleh nempel. 

“Emang seperti itu pak, katanya. Batu screening pada bagian atas enggak boleh nempel, karena untuk menutup aspal, supaya aspal tidak nempel pada roda kendaraan”, ujar Cecep. 

Coba hubungi dan konsultasi saja dulu sama pelaksananya Edi Rapiudin (Kades Suwakan, Dirut CV. Gadung Gemilang Tani – red), imbuh Cecep. Sebetulnya kan kalau dimuat pun (pemberitaan-red) untuk apa memuat  yang tidak urgent sekali lah istilahnya”, pungkas Cecep. 

Sementara itu, warga pengguna jalan yang sempat diwawancara wartawan Bj (38thn) mengungkapkan, dengan banyaknya material batu secreening yang berserakan, apalagi dibelokan jalan, membuat khawatir terpeleset yang akan mengakibatkan terjatuh bagi para pengguna sepeda motor, juga menyayangkan dengan kondisi jalan yang baru saja selesai tapi sudah banyak yang mengalami kerusakan di beberapa titik. 

“Terus terang saya menyayangkan atas pengerjaan jalan ini yang terkesan asal jadi. Padahal ini adalah uang negara hasil pungutan pajak dari maayarakat, harusnya direalisasikan dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat bagi masyarakat. Kalau kerjaan seperti ini kan sama aja menghambur-hamburkan anggaran negara, karena hari ini dibangun besok lusa udah hancur lagi, ungkapnya, Sabtu, (29/12/2019).

Begitu juga SU (warga setempa-red) mengatakan, bahwa di Kabupaten Lebak sepertinya ada oknum pihak terkai yang bermain dalam pelaksanaan pembangunan, baik jalan, jembatan atau pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran APBD 2. Di duga banyak kongkalingkong, akhirnya hasil pekerjaan rekanan  mendapatkan pelaksana   berkualitas buruk,  karena kadang ada interpensi oleh salag satu pihak terkait. Salah satunya pengadaan aspal di pekerjaan lapisan penetrasi.

“Contoh bangunan jalan yang di blok sawah Legon Kampung Sukajaya Desa Bayah Timur yang hasil pekerjaan rekanan terlihat dengan jelas kan, belum seumur jagung dibangun, jalan sudah mulai amrol lagi”, tegas SU. 

Masyarakat berharap pihak-pihak yang terkait dan aparat hukum, bisa mengawasi pelaksanaan pembangunan fisik dengan baik dan tegas apabila ditemukan penyalah gunaan anggaran atau pengerjaan yang tidak sesuai dengan yang di tentukan, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi negara dan masyarakat. 

Hingga saat ini wartawan MPI belum bisa menemui Dirut CV.Gadung Gemilang Tani Kades Suwakan Edi Rapiudin ST selaku pelaksana, pasalnya saat mau ditemui dikantornya, katanya sedang ke rangkas atau luar kota lainnya. 

Laporan: Asep D Mulyadi MPI Banten

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here