Pencucian Pasir Kuarsa Di Tanah PJKA Dan Sempadan Pantai Diduga Tidak Kantongi Ijin 

0
136

LEBAK PIONLINEPengerjaan bangunan yang rencananya akan di jadikan tempat pencucian pasir kuarsa yang menggunakan lahan tanah sempadan pantai, tanah PJKA dan tanah bahu jalan Nasional 111, menjadi sorotan banyak pihak. 

Pembangunan yang diduga belum mengatongi ijin tersebut berada di Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

 

Asep Dedi Mulyadi “Kabar XXI”

Saat awak media mempertanyakan kepada Camat Cihara Ade Kurnia, Kamis (02/01/2020) di ruang kerjanya mengatakan, bahwa memang Koh Jilung sempat datang untuk mengajukan rekomendasi pengajuan perijinan, tapi hingga saat ini Camat belum menandatangani rekomendasi pengajuan ijin tersebut. 

“Jadi urusan rekomendasi, memang begitu saya datang ke sini (Tugas di Kec.Cihara-red) Jilung mengajukan permohonan rekomendasi pengajuan ijin, yang pertama untuk base camp, perkantoran, dan yang kedua permohonan rekomendasi untuk lokasi wisata yang berada di sebelah kanannya, katanya. 

Yang saya tahu bukan untuk cucian pasir, lanjut Camat. Tapi untuk stokfile penyimpanan pasir. Dan sampe saat ini masih kesulitan dan belum mulai, karena enggak punya jalan untuk pengangkutan pasir dari lokasi penambangan Cikopo kelokasi stokfile tersebut, karena di sini kan di tutup gak boleh, ini jalan pemda, terangnya. 

Sempat diajak kerja sama untuk memakai jalan PT. Hanasa tapi Jilung nya tidak mau, Terang Camat. 

Sampai saat ini saya belum memberikan dan menandatangani rekomendasi pengajuan ijin itu, saya telah membentuk serta menugaskan tim feripikasi lapangan dan administrasi dari unsur Muspika, saat ini lagi bekerja dan belum memberikan laporan. 

Kemudian ternyata tanah itu sudah ada AJB nya yang di buat pada saat Camat Haerudin, dan pihak Dinas Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sudah pernah datang kesitu, kemungkinan sudah ada ijin dari PTSP, dan memang seharusnya pihak perusahaan itu mengajukannya lima tahun sebelumnya”, tandas Ade Kosasih.

Saat wartawan mepertanyakan kepada Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Lebak Dasep Novian lewat sambungan telephon seluller, ternyata kebetulan lagi berada di wilayah lebak selatan, sepulang melakukan pemantauan lokasi kegiata penambangan pasir kwarsa PT. Tambang Silika Bayah (TSB).

“Saya sudah cek ke lokasi pembangunan tapi kosong tidak ada siapa-siapa, mungkin lagi libur tahun baruan ya. Nanti kalau melihat ada aktivitas tolong dilaporkan kepada saya”, kata Dasep. (red)

Laporan: Asep Dedi Miulyadi MPI Banten 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here