Truck Angkutan Besar Milik PT. Cemindo Gemilang Abaikan Safety Distance

0
124

LEBAK PIONLINE Kabel sambungan KWh milik tiga warga Cibayawak Desa Darmasari Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak-Banten, putus tertarik

Lifsting Car milik PT Cemindo Gemilang bermuatan Gaspoel, Rabu (01/01/2020) pukul 10:10 WIB.

Kendaraan truck yang di kemudikan Ardi bermuatan Gaspoel melebihi batas ketinggian menarik kabel milik PLN ke KWh milik warga yang melintang di jalan raya Cibayawak hingga putus.

KWh yang terputus tersebut atas nama Suparno (Penol), Hajah Cucum dan atas nama Denis.

Saat di temui awak media Denis kepada Wartawan menyampaikan, kejadian putus kabel KWh warga seperti ini bukan untuk yang pertama kali, kejadian sudah sering sampai ganti kabel saja sudah tiga kali, jelas Denis, Rabu (01/01/2020)

Masih kata Denis, kami selaku warga sekitar PT. Cemindo Gemilang hanya kebagian berisik dan debu saja, kalo ada masalah, kalau masyarakat sudah demo baru di perhatikan, tambah Denis.

Di tempat yang sama Suparno (Penol) kepada wartawan menyampaikan kekesalannya, atas hilangnya 7 sumber mata air, di antaranya mata air Cipicung, mata air Cibayawak, mata air Cimonyet, mata air Cipaderang, mata air Cikalapa, mata air Ciaria, dan mata air Cibutun, papar Penol.

Dulu waktu sebelum ada Cemindo kami mudah untuk mendapatkan air bersih, lanjut Penol. Tapi sekarang warga di sini kesulitan untuk mendapat air bersih akibat telah hilangnya sumber mata air, dan untuk dikonsumsi terpaksa harus membeli air isi ulang, katanya.

Ihsan bagian tekhnik PLN wilayah selatan, via telephon kepada wartawan membenarkan bahwa ada kabel yang putus oleh mobil truck pengangkut Gaspoel milik PT. Cemindo Gemilang.

“Betul pak beberapa kejadian di jalur Bayah kabel saluran rumah (SR) putus tertarik mobil angkutan besar.

Kejadian tersebut setelah di cek kelokasi ketinggian kendaraan tersebut lebih dari 6 meter. Seharusnya pihak koordinator kendaraan besar harus koordinasi dulu dengan pihak PLN supaya dilakukan pengawalan agar kendaraan aman dan jaringan PLN juga aman”, papar Ihsan.

Sesuai standar safety distance (jarak aman) jaringan listrik tegangan rendah 6 meter diatas permukaan jalan, lanjutnya.

Antisipasi kedepan kita sweeping kembali kabel crossing jalan,  sehubungan ketinggian permukaan jalan sudah bertambah akibat adanya perbaikan jalan dengan cor, jika masih ada yang lebih rendah dari 6 meter kita perbaiki, pungkasnya. (red)

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPI Banten

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here