Pemalsu Petisida Di Gerebek Satreskrim Brebes

0
31

PIONLINE  KETANGGUNGANPenggrebegan yang di lakukan yang di pimpin AKBP ARIS SUPRIYONO Kapolres di dampingi Kasatreskrim Brebes Kompol Raharjo dan Kabag Ops Kompol Triagung Suryominco mengagetkan warga  di sekitar Pasar Dermoleng Ketanggungan.

Satu truk berbagai macam Cairan yang tersimpan dalam drum  dan Ratusan botol kemasan siap edar di sita polisi sebagai barang bukti dari rumah Ayub (47) Rt.2/3 Desa Dukuh Turi Ketanghungan sang pemilik barang.

Dan Ramil Ketanggungan Kapt.Inf Sugeng melalui Sholehudin Babinsa Dukuhturi Ketanggungan menjelaskan bahwa ada barang yang di angkut dengan truk.

“Sekitar Satu truk di angkut,langsung di bawa ke polres” ujarnya yang di konfirmasi melalu sambungan telphon yang ikut dalam penggrebagan (2/1

Oprasi di lakukan sekitar jam 20.20 langsung ke area lokasi dengan senyap ( Silent opration ).

mengingat target buruan dikhawatirkan melarikan diri juga kasus besar.

Oprasi ini tentu saja tidak lepas dari masyarakat yang peduli menjaga  lingkungan.Selain itu merupakan pengembangan dari jaringan pengedar Obat Pertanian Oplosan yang sudah di tangkap sebelumnya.

” Ya..merupakan pengembangan dari sebuah sistem jaringan pembuat dan pengedar obat pertanian palsu ” ujar kasat Reskrim pada awak media.

Modus operandi,

Pelaku adalah pengepul barang rongsok dengan demikian dalam pencarian botol bekas obat lebih mudah dari prncari rongsok. Setelah itu botol di bersihkan dan labelnya di ganti.

Dua orang pelaku yang di giring ke Polres Brebes..memiliki tugas masing yaitu bagian label dan mengoplos serta prmiliknya.

Tidak tanggung – tanggung penyebaran obat palsu oplosan ini merambah ke seluruh area terutama Jawa Barat,dengan di jual ke toko – toko pertanian.

Pelaku bermain cantik berkedok berbisnis rongsok sehingga menyamarkan kegiatannya,sedangkan praktek pemalsuan Pestisida berada di area rumahnya telah di lakoni selama Tujuh Tahun.

Sementara itu,Johan Kepala Desa Dukuh Turi pun merasa tersentak karena selama ini tidak ada nampak kegiatan dan informasi tersebut. “Saya kaget juga dan tidak tahu pak” tukasnya di chat WA yang di kirim ke Patriot.

Menurur sumber yang bisa di percaya bahwa pekerjaan itu sudah cukup lama di mana area pemasaran sampai wilayah Kabupaten  Cirebon dan Indramayu.

“Saya denger jaringannya luas sampe Indramayu ” jelas salah satu warga sekitar yang meminta agar tidak di tulis namanya.Lebih lanjut dia juga menegaskan bahwa Jawa barat merupakan area penjualannya. “Hampir wilayah jabar,itu Informasinya ” menutup pembicaraan.

Suryanto,Kanit Reserse Polsek handponnya tidak aktif begitu  juga rekan Babimkamtibmas Aenal tidak sempat di angkat saat  hubungi melalui seluler.

Pelaku dan beberapa karyawannya turut di giring ke Mapolres Brebes untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan tentu saja kalo terbukti Hotel Prodeo menjadi rumah dan kamar barunya sudah menanti.

Proses masih terus berjalan pihak Kepolisian tidak akan gegabah menangani kasus besar ini karena sangat merugikan masyarakat Tani dan Negara.

Pencarian bukti – bukti baru yang lebih menguatkan termasuk pemasok bahan untuk di palsukan dan pengedarnya.

Bisa jadi jaringan ini tidak sendirian tapi sistem sel yang tersistem dan terstruktur.

Dalam hal ini pula para petani harus waspad peredaran Obat Pertanian atau Pestisida Palsu karena inupun bukan barang baru dan mengeruk keuntungan ratusan juta per bulannya. Hmmm….MENGGIURKAN…!!

Laporan: Mohammad Riyadi Biro Brebes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here