Sawah Menghasilkan 40 Karung Padi, 4 Tahun Terlantar, PT. Cemindo Gemilang Tidak Beri Ganti Rugi

0
182

LEBAK  PIONLINE Bencana banjir lumpur yang terjadi di kampung Sawah Desa Darmasari Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten, akibat dari limbah kegiatan Pabrik Semen Merah Putih PT.Cemindo Gemilang  tahun 2015 yang lalu masih menyisakan kerugian bagi warga.

Banjir lumpur tahun 2015, imbas dari kegiatan PT. Cemindo Gemilang yang berada diatas perkampungan Kampung Sawah tersebut telah mengakibatkan banyak tanah milik warga berupa sawah,  kolam ikan milik warga juga pasilitas umum tertimbun limbah lumpur pasir kuarsa.

Pihak PT.Cemindo Gemilang memang sempat memberikan kompensasi kepada warga yang terkena dampak, dan membentuk Tim Kelompok Kerja (TKK) untuk memperbaiki kerusakan pasilitas umum atau milik pribadi masyarakat yang terdampak.

Tapi ternyata hingga saat ini masih ada masyarakat yang merasa dirugikan,  karena merasa tidak diperhatikan dan tidak mendapat Kompensasi dari PT. Cemindo Gemilang, bahkan harus rela meninggalkan sawah dan rumah karena takut terjadi banjir limbah pasir kuarsa yang lebih parah.

Seperti yang di ungkapka Toto Subroto (45 thn) dia mengaku sawah miliknya yang biasa menghasilkan padi sebanyak 40 karung permusim kini terlantar  tidak bisa di tanami padi akibat bendungan penampungan air yang biasa di pakai mengairi sawah rusak,  saat terjadi banjir lumpur pada saat itu. Dan orang tuanya harus rela meninggalkan rumah karena sudah tidak punya penghasilan dari sawah, dah khawatir bila terjadi longsoran limbah pasir yang lebih parah

“Sawah yang menjadi penghasilan keluarga kami kini sudah tidak bisa ditanami padi, yang biasanya pendapatan dari panen sawah tersebut sebanyak 40 karung per musim, sejak tahun 2015 sampai sekarang kami telah kehilangan penghasilan dari panen sawah ini,” ungkap Toto.

Kami memang sempat didata dan dilakukan peninjauan ke lapangan oleh Pak Evi bersama timnya dari pihak perusahaan, bahkan sampai dua kali, tambah Toto. Tapi sampai sekarang kompensasi dari perusahaan itu tidak pernah kami terima. Begitu juga bendungan air yang rusak juga ga pernah di perbaiki, sehingga sawah saya sampai sekarang tidak bisa di tanami padi, tegasnya.

Saat tim media mengkonfirmasi Evi (26/12/2019) perwakilan dari PT. Cemindo Gemilang yang sempat ditugaskan untuk melakukan pendataan masyarakat yang terdampak limbah pasir kuarsa mengaku, bahwa pihaknya sudah melakukan pendataan dan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak, serta pihaknya sudah memperbaiki pasilitas umum yang dalam penerjaannya dibentuk kelompok kerja.

“Saya sudah memberikan kompensasi dari perusahaan kepada masyarakat yang terdampak yang sudah terdata. Begitu juga kami bersama pihak kelompok kerja sudah memperbaiki bendungan air yang rusak, katanya.

Kalau masalah Toto Subroto, itu mungkin tidak mengajukan,  sehingga tidak terdaftar sewaktu dilakukan pendataan, karena dalam pendataan tersebut kami bersama ketua RT/RW, dan sekarang tidak bisa mengajukan kompensasi lagi karena pengajuannya sudah tutup,” kilah Evi.

Sementara itu Toto Subroto, membantah pernyataan Evi yang mengatakan bahwa telah melakukan perbaikan bendungan air tersebut.

“yang mereka bangun itu adalah tanggul penahan longsoran bukan bendungan air, dan berada di sebelah hulu jembatan, sedangkan bendungan air yang biasa mengairi sawah saya tidak pernah di perbaiki dan berada di sebelah hilir jembatan, dan silahkan di cek kelapangan,” jelas Toto.

Sementara itu, saat disampaikan kepada bagian pemeliharaan aset perusahaan PT. Cemindo Gemilang, Adi mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan kelapangan, dan hasilnya akan dilaporkan kepada pimpinan, katanya. Dan meminta  surat bukti kwpemilikan tanah dan surat keterangan dari desa sebagai warga yang terkena dampak dari periariwa tersebut.

Saat wartawan mempertanyakan kelanjutan penanganan pengajuan konpensasi dari warga tersebut, Adi mengatakan bahwa belum sempat menyampaikan ke pimpinan karena masih liburan tahun baru.

“Pak Tanmin na masih libur pak, kin ngantosan pak Tanmin masuk ( Pak Tanmin nya masih libur pak, nanti masih nunggu Pak Tanmin masuk).” terang Adi (04/01/2020) via WhatsApp. (red)

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPI Banten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here