Ekspoloitasi Penambangan Batu Bara Tanpa Ijin Dikhawatirkan Jadi Ancaman Bencana

0
112

LEBAK  PIONLINEAktivitas tambang batu bara yang kian marak di Lebak Selatan jadi sorotan. Lantaran tambang batu bara yang juga diduga ilegal itu dinilai bisa berdampak ekosistem alam di Lebak Selatan.

Dikatakan aktivis pemuda Lebak Selatan Erot Rohman kepada wartawan, Kamis, (9/1/2019). Menurut Erot, hal ini tentu akan menjadi ancaman bagi warga sekitar. Ia mengaku khawatir hal ini akan mengakibatkan terjadinya bencana alam dikemudian hari.

“Lihat saja mulai dari Cihara, Panyaungan, Cimandiri, Bayah, Warung Lame, Pulo Manuk, Pamubulan, disuguhkan dengan tumpukan batubara hasil dari pertambangan ilegan yang siap dikirim ke pabrik-parbik yang memesan. Jika ini terus terjadi maka tinggal nunggu bencana alam datang,” kata Erot.

Memang, lanjut Erot, potensi batu bara yang melimpah menjadi daya tarik untuk para pendulang uang bagi pengusaha pribumi maupun pengusaha dari luar daerah yang berbondong-bondong mengeksploitasi sumber daya alam (SDA).

Dengan dalih kesejahteraan dan lowongan pekerjaan bagi masyarakat, para pengusaha mengeruk batu bara dari perut bumi di wilayahnya, tanpa berpikir bahwa hal itu bisa memicu ketidak seimbangan alam.

“Dengan alasan ekonomi para pekerja tambang batu bara mengeruk puluhan ribu ton per hari batubara dari dalam perut bumi, dengan mengesampingkan faktor keselamatan dan kelestarian lingkungan,” ucapnya.

Dengan kondisi ini, tandas Erot, pihaknya mendesak agar Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten untuk bisa mengambil langkah tegas. Karena, dirinya tidak ingin kembali terjadi bencana alam seperti yang terjadi beberapa hari lalu di enam kecamatan di Kabupaten Lebak yang menelan puluhan korban dan melululantahkan ribuan bangunan rumah.

“Sudah seharusnya pemerintah belajar dari bencana banjir besar yang terjadi di wilayah Lebak Utara pada 1 Januari 2020 kemarin. Pemerintah punya peran penting dalam pengawasan dan penindakan terkait keberadaan aktivitas penambangan liar ini,” tegasnya (red)

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPI Banten

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here