Ketua DPP GWI Pertanyakan Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu Mantan Ketua DPRD Kota Gunungsitoli

0
36

PIONLINE GUNUNGSITOLI Ketua DPP GWI Moris Taosi H,SE, pertanyakan adanya dugaan pemakaian ijazah palsu Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Periode 2014/2019 Herman Jaya Harefa S.Pdk. Untuk mempertanyakan hal tersebut pihaknya pada tanggal 6 Februari 2018 pernah melakukan konfirmasi kepada Ketua DPRD Kota  Gunungsitoli Herman jaya Harefa. 

“Saat itu kami mengajukan beberapa pertanyaan yang dituangkan dalam selembar kertas, sesuai perintah yang bersangkutan, tetapi sampai saat ini belum juga ada jawaban,” ungkap Moris Taosi H, Senin (13/01).

Pertama dia mempertanyakan apakah Herman Jaya Harefa S.Pdk

kuliah di STT Setia saat berada di Jakarta Timur sejak tahun 2004 hingga tahun 2006, dan ijazah apa yang dipakainya.  Yang kedua dia mempertanyakan ijazah dari STT Fila Delfian Internasional, apakah Herman Kaya Harefa duduk bangku atau berdiri di lokal.

Ketiga yang dia pertanyakan apakah Herman Jaya Harefa mengikuti ujian Negara di STT Sunsugos agar ijazahnya kdi Akreditasi, padahal Pendidikan agama Kristen baru keluar ijin mulainya proses pembukaan januari 2013. 

Yang terakhir dia mengatakan sesuai data yang diperolehnya bahwa ijazah Herman Jaya Harefa ilegal tidak ada Ujian Negara.  Hal tersebut sesuai hasil investigasi timnya di Jakarta, bahwa sejak sebelum Tahun 2014 belum pernah ada Ujian Negara di STT Sunsugos.

“Pertanyaan-pertanyaan tersebut saya lontarkan dan disaksikan anggota DPRD Drs Nehemia Harefa, Aluisokhi Harefa, juga hadir sekwan DPRD Mesoniman Lahagu, di ruangan Bagian Umum Sekwan DPRD Kota Gunungsitoli,” imbuhnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Ketua GWI mengendus adanya pelanggaran UU No.12 Tahun 2012 melanggar pasal 28, pasal 42 dengan ketentuan pidana pasal 93 dipidana selama 10 Tahun denda sebesar Rp 1 Miliar.  Dengan adanya surat ombudsman Tgl 27/08/2019 maka penegak hukum bertindak sesuai pasal 263 KUHPidana dan KUHpidan pasal 93.

“Kita harap Kapolri agar menjadikan atensi sebagaimana program bahwa kasus harus tuntas dalam waktu yang sesingkat singkatnya ini menjadi salah satu ujian,” pungkasnya.

Rektor IKIP Gunungsitoli

Sementara menurut Rektor IKIP Gunungsitoli,   Drs Desman Telaumbanua, untuk mengetahui lebih jelas tentang ijazah pak Herman Jaya Harefa bisa juga ditanyakan ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi atau LLDIKTI WILAYAH I Medan, Kopertis wilayah I dulu.

“Namun masalahnya kejadiannya bukan di Sumut tapi Jawa. Mungkin ada LLDIKTI disana,” terangnya.

Laporan: Yaya Risbaya –Loozaro Tim MPI

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here