Minim Pengawasan Instansi Terkait, Dana Desa Tahap 3 Desa Waluya Terancam Raib Digondol Oknum Kades

0
173

PIONLINE  KARAWANG Minimnya pengawasan instansi terkait terhadap pengelolaan Dana Desa yang dilakukan oleh Pemdes Waluya Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang, menjadi penyebab utama buruknya realisasi pembangunan.  Alhasil oknum Kepala Desa Waluya, diduga kuat telah menggondol uang pencairan Dana Desa Tahap 3, untuk kepentingan pribadi.  Pasalnya lebih dari 1 bulan sejak pencairan, belum ada realisasi pembangunan sedikitpun.

Dikatakan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Waluya, Nadi Supendi, sejak dicairkan pada bulan Desember 2019, Dana Desa tahap 3 yang diterima desa setempat belum juga nampak realisasi pembangunannya.  Bahkan menurutnya sang oknum Kades Waluya, Hermasyah alias (Asep) lebih dari 4 bulan sudah tidak pernah menampakan kaki di kantor desa setempat.

“Yang nampak baru batu saja 2 truk, padahal realisasi Dana Desa Tahap 3 tersebut diperuntukan untuk pembangunan turap sebanyak 2 titik dan jalan setapak 2 titik,” ungkapnya, Rabu (15/01).

Selain Dana Desa tahap 3 yang belum direalisasikan, menurutnya Dana Desa tahap 2 tahun 2019 pun belum rampung dikerjakan.  Sejauh ini realisasi DD tahap 2 baru mencapai 70 persen, sebagai persyaratan pencairan Dana Desa tahap 3 tahun 2019.

“Untuk tahap 2 saja baru 70 persen, sementara tahap 3 bisa cair dengan perjanjian pekerjaan tahap 2 segera diselesaikan, tetapi sampai saat ini baik tahap 2 maupun tahap 3 belum dikerjakan,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, pihaknya selaku BPD sempat mengadu kepada pihak Kecamatan Kutawaluya untuk membantu menegur oknum sang Kepala Desa agar segera melaksanakan pekerjaan pembangunan.  Namun sampai saat ini, jangankan melaksanakan pembangunan, ke kantor saja sudah tidak pernah. Sehingga pelayanan masyarakat pun saat ini sangat terganggu dan mandeg karena sang kepala desa tidak pernah ngantor.

“Yang kami khawatirkan tentunya dana tersebut sudah habis dipakai untuk kepentingan pribadi, karena kalau memang dananya masih ada, tentunya tidak sulit untuk pelaksanaan pembangunan,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan Desa Waluya, mendapat realisasi Dana Desa Tahap 3 dari pemerintah hampir Rp. 500 juta dan dicairkan pada bulan Desember 2019.  Namun sejak pencairan, kepala desa seolah menghindar dengan tidak pernah ngantor dan keberadaannya pun saat ini masih tanda tanya.

“Jangankan ke kantor desa, di rumahnya pun dia (kades) tidak pernah ada,” pungkasnya.

Sementara itu, sampai berita ini terbit, Kepala Desa Kutawaluya, Hermansyah, belum memberikan keterangan karena keberadaanya masih menjadi misteri. Dan nomor ponsel yang dia pegangpun tidak bisa dihubungi.  (red)

Laporan: Yaya Risbaya MPI Karawang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here