Petani Banyuwangi Diajak Kembali Gunakan Pupuk Organik

0
56

PIONLINE  BANYUWANGI – Menilik dari penurunan hasil panen para petani di Kabupaten Banyuwangi yang indikasinya dari berkurangnya unsur hara tanah pertanian maka Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam hal ini Dinas Pertanian tengah menyusun strategi dan konsep untuk mendongkrak hasil produksi petani dengan kembali menggunakan pupuk organik.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto menyampaikan, penggunaan pupuk organik ini dinilai dapat membantu produksi hasil tani, cost biaya rendah serta mengembalikan unsur hara tanah sehingga lahan pertanian kembali subur.

“Kami dengan Dinas Pertanian, saat ini tengah mencari konsep bagaimana pupuk organik dipakai kembali para petani. Memang kebanyakan petani enggan memakai pupuk organik karena dianggap efeknya tidak instant,” kata Michael, pada Kamis (16/1/2020) di ruang kerjanya.

“Anggapan itu sebenarnya keliru, karena pupuk organik ini sangat membantu mengembalikan unsur hara tanah,sehingga tanah menjadi subur kembali.Efeknya membantu peningkatan hasil produksi,” tambahnya.

Michael juga menambahkan, pupuk organik sudah banyak dipakai oleh kota-kota besar bahkan negara seperti Vietnam dan Thailand. Terbukti dengan menggunakan pupuk organik, produksi hasil pertanian negara tetangga tersebut tinggi.

Saat ini di Banyuwangi produksi gabah hanya mencapai 3-6 ton per hektar saja. Hal itu, sangat jauh dari angka idealnya yakni 10 ton per hektar. Alhasil, produksi yang menurun itu mengakibatkan banyak para petani yang merugi.Mereka akhirnya menyewakan lahannya bahkan ada yang hingga menjual lahannya.

Michael juga berharap, karena ini menyangkut kesejahteraan rakyat, maka hendaknya pemerintah daerah ikut memikirkan jalan keluarnya.

“Kami  menganjurkan para petani supaya menggunakan kembali pupuk organik, karena lebih efektif, cepat menyuburkan tanah, bahkan bisa meningkatkan hasil produksi,tapi disisi lain kami ingin pemerintah daerah ikut mencarikan solusi dengan melakukan sosialisasi secara optimal di masyarakat petani melalui dinas terkait dalam hal ini melalui Dinas Pertanian,” pungkasnya. (red)

Laporan: Bams/Giono MPI Banyuwangi

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here