Kegiatan Cut And Fill Di Blok Cikadu Girang, Izinnya Dipertanyakan

0
165

LEBAK  PIONLINE Kegiatan cut and fill yang selama ini berlangsung dipegunungan Blok Cikadu Girang yang berada diatas Kampung Dukuh dan Kampung Kadu Pinang Desa Sukajadi Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak Provinsi Banten, tidak terpantau pihak pemerintah, dan banyak pihak yang pertanyakan jenis izin yang dimiliki.

Salah seorang tokoh masyarakat disana, DN mengungkapkan, dengan adanya kegiatan itu, warga setempat khawatir akan terjadi perubahan ekosistem dan berpotensi terjadi longsoran pasir ke pesawahan atau pemukiman mereka, juga tidak menutup kemungkinan akan berdampak banjir disaat musim hujan nanti.

Pasalnya kegiatan cut and fill tersebut telah membuat lahan tanah gundul, juga telah merusak dan menggangu aliran sungai Cikadu dan sungai Cibarengkok, katanya.

Kami berharap pihak DLH Lebak harus cepat tanggap atas kegiatan yang diduga belum kantongi ijin tersebut, tambah DN.

Saat tim media melakukan obserpasi dilapangan, dan bertemu dengan pemilik tanah yang melakukan kegiatan cut and fill mengaku, bahwa lahan seluas 80 Ha miliknya (H.JM-red) tersebut akan dijadikan lahan sawah,  berkebun jagung dan duren.

“Luas tanah saya ini 80 Ha, dan akan saya jadikan sawah dan akan menanam jagung dan Durian, ” kata JM saat ditanya wartawan di basecamp lokasi kegiatan, Kamis (23/01/2020).

Dari pantauan tim wartawan, pegunungan itu saat ini betul-betul telah gundul, tidak ada lagi batang pohon berdiri yang tersisa, sementara satu unit exavator terus sedang melakukan kegiatan cut and fill.

Selain itu, dilokasi tersebut, tim wartawan juga melihat ada kegiatan penambangan dan ditemukan beberapa lobang galian batu bara yang masih berproduksi.

Menanggapi kegiatan itu, aktivis selatan Wijaya Darma Sutisna berpendapat, sebaiknya pihak berwenang agar secepatnya tinjau kelokasi kegiatan, dan melakukan kajian ilmiah, jangan ada dampak yang ditimbulkan dari kegiatan ini.

“Saya meminta kepada pihak Dinas LH Lebak dan ESDM untuk meninjau lokasi kegiatan, dan apa bila kegiatan eksploitasi bawah tanah dan permukaan tanah yang menggunakan alat berat itu akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, apalagi berpotensi menimbulkan bencana, baiknya dengan tegas secepatnya memberhentikan kegiatan tersebut,” tegas W. Darma Sutisna.

Saat wartawan MPI minta penjelas dari pihak Dinas LH Lebak, bentuk izin apa yang harus di miliki ? dan apakah sudah kantongi rekomendasi analisis dampak lingkungan atau belum dari DLH Lebak, pihaknya (dlh-red) akan melakukan pengecekan data dulu.

“Hari ini saya cek dulu datanya, Hatur nuhun (terimakasih-red) informasinya kang (bang-red),” jawabnya singkat.

Saat wartawan menghubungi Camat Panggarangan, mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan konfirmasi kepada pemilik lahan.

“Nanti kita harus konfirmasi dulu dengan pihak pemilik, saya sudah menugaskan Kasi Trantib dan anggota untuk konfirmasi,” terang Aan Juanda.

Sementara, Ujang Bowong, selaku Kepala Desa Sukajadi, belum membalas yang dipertanyakan wartawan Via WhatsApp. (red).

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPIBanten

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here