Tidak Hanya Buka Lahan Pertanian Baru, Pemilik Juga Perbaiki Jalan Dan Saluran Air

0
84

LEBAK PIONLINE Kegiatan yang menggunakan alat berat di Kampung  Dukuh Blok Cikadu Girang, di akui pemilik tanah (jm-red), adalah kegiatan pribadi untuk membuka lahan pertanian.

“Sebetulnya sudah sejak lama saya memiliki lahan di sana, mungkin ada 80Ha lebih, tetapi bukan di blok sini saja, ada yang di Pasir Akmin Barat, Pasir Akmin Timur, Cipinang Girang dan Cikadu Girang, katanya.

Saat ini saya baru mau menggarap tanah ini, dan sementara yang sekarang kami garap ini kurang lebih ada 20Ha, kami akan membuka lahan yang bisa dialiri air untuk sawah dan untuk yang di sebelah atasnya untuk menanam  jagung bareng pohon durian. Dan bagi masyarakat yang mau numpang berkebun saya persilahkan, kata Jm.

Saya sama sekali tidak merusak saluran parit Cibarengkok, bahkan saya membuat Tanggul Penahan Tanah (TPT) sepanjang 300 meter  supaya aliran air parit Cibarengkok tersebut tidak berubah dari pungsinya semula, dan memang itu untuk kepentingan kita bersama.

Begitu juga dengan kondisi jalan desa yang rusak akibat tidak memiliki saluran drainase, itu saya buatkan, yang rusak dan longsor saya juga betulkan sama alat milik saya. Karena saya ingin akses jalan menuju ke lokasi lahan kebun saya itu bagus, dan manfaatnya jalan tersebut tentunya akan berguna untuk umum, jelas Jm pula.

Dan perlu diketahui bahwa terlihat ada bekas penambangan batu bara, itu bukan ada dilahan tanah saya, itu berada di tanah milik orang lain,” pungkas Jm, saat di jumpai wartawan di lokasi kegiatan, Sabtu (25/01/2020)

Kepala Desa Sukajadi, Ujang Supiana, saat dikonfirmasi wartawan  membenarkan, bahwa pihak pemilik tanah sempat datang ke kantor desa untuk meminta rekomendasi izin sambil membawa surat ijin dari warga dilingkungan kegiatan, yang sudah ditanda tangani sebagian warga sebanyak 66 orang, juga para Ketua RT.1/RW.05. RT.2/RW.05. RT.03/RW.05. RT.4/RW.05. RT.01/RW.03, RT.02/RW.03, Ketua RW.05, Ketua RW.03, dan juga sudah ditanda tangani Ketua BPD.

“Izin lingkungannya sih buat kegiatan pertanian dan sebagian warga sudah menanda tangani izin lingkungannya,” tutur Ujang.

Sementara itu, Es salah seorang yang biasa menambang batu bara di sana, saat dipintai keterangan mengaku, sudah tidak lagi melakukan penabangan disana.

“Semenjak ada himbauan agar para penambang batu bara harus menghentikan  kegiatan, saya sudah berhenti melakukan penambangan di situ, dan itu hanya bekasnya saja,” kata Es. (red).

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPI Banten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here