Perlindungan Kaum Marjinal Dalam Hukum

0
137

PIONLINE BREBES Hukum merupakan panglima dalam sebuah negara untuk menciptakan kenyamanan dalam berinteraksi antar warga.

Di ruang hukumlah masyarakat menempatkan harapannya dalam perspektif keadilan yang terpelihara,terjaga narwahnya sehingga menemukan rasa di hatinya.

Kaum marginal yang kebanyakan di negeri inipun bermimpi tumbuh suburnya sebuah perlindungan dari semantaik yang fi sebut hukum.

Untuk itu pula Zihabudin Zuhri SH,membuat ruang bagi merekan dengan intensitas bahwa rakyat indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama di mata hukum Sabtu 25/1 yang di nyatakan dalam Diklat Nasional “Paralegal” Angkatan Ke VI bertempat di Dedy Jaya Hotel Brebes. “Lembakum Anak Negeri ” ujarnya dalam sambutan pembukaan diklat.

” Harus menempatkan kemauan dirinya,khusus para peserta didik menjaga marwah hukum terlebih bagi kaum marginal ” lanjutnya dengan menekankan bahwa hasil didik ini benar – benar mampu memberikan perlindungan,pendampingan serta beberi pengajaran hukum pada masyarakat.

Andriyanto SP.d ketua panitia sekaligus Ketua DPC Lembakum Anak Negeri Brebes turur memberi penekanan  pada peserta bahwa pendidikan ini bukan untuk gagah – gagahan.

” Penyerapan dari Diklat ini untuk mampu menyerap peran hukum di masyarakat sehingga merasa terlindungi ” tukasnya di hadapan peserta.

” Bela kaum wong cilik dalam setiap kasusnya karena mereka buta hukum sehingga tidak terjadi kesewenangan ” paparnya di kesempatan tersebutmenyampaikan.

Dalam roundown ( acara-red) tertera para pemateri ada dari pemateri dari Kepolisian,Dosen hukum dan Menkumham dan Praktisi hukum, yang tentu saja telah mumpuni dalam bidangnya.

Zihabudin Zuhri Ketua Umum DPP Lembakum Anak Negeri berpesan spesifik bahwa tugas mulia ini jangan selalu di persandingkan dengan materi ( Uang-red). Sehingga nilai – nilai psikologys dan sosiologisnya sebagai wadah penjaminan kesamaan di mata hukum akan hancur.“Inibtidak boleh terjadi ” pungkasnya

Pemateri awal di Ipda Joko Wananto,SH Polisi muda Polres Brebes menekankan agar peserta diklat memahami proses awal adminidtrasi penyelidikan dan Penyidikan,belau mengurai tahapan bagaimana mekanisme yang di gunakan.

“Di wilayah inilah para advocat melakukan praperadilan, karena tidak lengkapnya isi surat  atau telat waktu, merupakan bumerang dalam proses selanjutnya.

Diklat di ikuti sekitar 25 orang cukup antusias mengingat kegiatan seperti ini belum tentu di adakan sebulan sekali.

“Bukan hanya Brebes,pesertanya sda dari Pati, Cirebon, Tegal, Pekalongan dan Madura” Urai Andrianto antusias,Dia juga menyebutkan peserta dari berbagai latar belakang bidang pekerjaan ternasuk Pegawai Negeri.

Antusiasme pesertapun bertambah saat Ketua Umum DPP Lembakum Anak Negeri menegaskan bahwa kelak lahir advocat- advocat dari rahim LAN yang memiliki karakter patriotism yang kuat.

Diklat akan berlangsung dua hari sampai minggu dengan materi pendalaman Hukum Perdata dan Pidana. Rasa Keadilan adalah dambaan seluruh masyarakat Indonesia.

Laporan: Mohammad Riyadi MPI Biro Brebes

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here