Sungai Tapak Kuda Bandar Masilam Tercemar Limbah PT. JAFPA

0
276

Warna  air berubah dan bau, nelayan kehilangan mata pencaharian, limbah cair Pabrik Kelapa Sawit   yang di buang ke sungai merupakan pencemaran lingkungan hidup yang tak bisa ditolerir (Nurmala G)

PIONLINE MEDAN Sungai Tapak Kuda yang terletak di Desa Nagori Bandar Masilam II Kec. Bandar Masilam Kab. Simalungun, Propinsi Sumatera Utara tercemar  limbah Perusahaan, PT.  JAFPA Comfeed Indonesia Tbk Farm I. Hal ini tertuang dalam Surat Laporan pengaduan PERSATUAN ADVOKAT BERSATU PERKUMPULAN HUKUM LINGKUNGAN HIDUP DAN  PERTAMBANGAN NASIONAL atau di singkat dengan PHLHPN yang ditandangani oleh Ketua PHLHPN  Nurmala C. Ginting, SH dengan nomor:  092   /PHLNPN/Lprn/I/2020 tertanggal : 29 Januari 2020 yang ditujukan kepada Kepala Kepolisian Daerah Prov. Sumatera Utara.

Berdasarkan Surat Kuasa khusus Masyarakat yang di terima oleh PHLNPN No. 12 /SKK/VIII/2019,  PHLNPN sebagai lembaga Pemerhati Lingkungan menindaklanjuti melalui observasi dan pantauan  ke lokasi bahwa Sungai Tapak Kuda Bandar Masilam II yang mengalir ke sungai Bahapal terduga tercemar dan tidak dapat di pergunakan oleh masyarakat sekitar akibat limbah B3 yang sudah terbuang langsung ke Sungai tanpa ada koram penyaring serta mengakibatkan pertanian yang dialiri irigasi rusak total dan gagal panen.

“Masyarakat sekitar tak bisa menggunakan air sungai Tapak Kuda  Marsikam II untuk mandi, minum dan masak. Bahkan untuk menyuci saja tak bisa dipergunakan karena bisa mengakibatkan tangan atau kulit  rusak”, jelas Ibu Ginting.

Lebih lanjut Ginting mengatakan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam ini setiap hari menghasilkan limbah B3.Seharusnya kemasan seperti  obat vaksin dan lain-lain harus dimusnahkan secara hati-hati karena dapat membahayakan masyarakat sekitar karena  berisikan racun. Cukup disayangkan benda-benda tersebut oleh perusahaan dibuang sembarangan tanpa memperhatikan lingkungan atau masyarakat yang tinggal disekitar perusahaan. Belum lagi bau kurang sehat  yang menyengat hidung mengakibatkan sulit bernapas.

“Warna  air berubah dan bau, nelayan kehilangan mata pencaharian, limbah cair Pabrik Kelapa Sawit   yang di buang ke sungai merupakan pencemaran lingkungan hidup yang tak bisa ditolerir karena mengakibatkan pencemaran yang fatal bagi masyarakat sekitar sungai Besilam”, tegas Nurmala.

Pencemaran Lingkungan oleh PT. Sinar Tanera

Demikian juga PKS PT. SINAR TANERA yang merupakan Pabrik Kelapa Sawit yang terletak di  Sungai Irigasi Java Kolonisasi di Desa  Bah Gunung Kec. Bandar Huluan Kab. Simalungun yang diduga telah membuang langsung air limbah pabrik ke selokan tanpa ada kolam penyaringan terlebih dahulu.

Pencemaran yang dilakukan oleh PKS PT. ST telah mengakibatkan penyakit kulit dan ikan bermatian serta air sungai tak dapat di pergunakan untuk mandi, masak dan minum. Pencemaran lingkungan ini sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu. Udara berdebu dan limbah ke sungai berubah warna dan bau. Pencemaran lingkungan yang diduga di lakukan PT. ST ini juga sudah dilaporkan kepada Kapoldasu c/q Direktur Reskrim Polda Sumut dengan Nomor : 073/PHLNPN/Lprn/XI/2019 jelas Nurmala kepada Nawacita Sumut.

Dari hasil observasi PHLNPN dapat menyimpulkan bahwa PT. JAFPA maupun PKS PT. SINAR TANERA di duga telah melakukan pelanggaran dari  UU Nomor : 32  ahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaaan Lingkungan Hidup, UU Nomor : 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, UU No, 2 Tahun 2007 tentang Pengelolaan  Sumber daya air.

Nurmala Ginting berharap kepada seluruh Stakeholder turun ke lapangan untuk  melihat kondisi dan situasi penderitaan masyarakat. Masyarakat menunggu perhatian Pemerintah baik Pusat maupun Propinsi. Diharapkan kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk mengusut tuntas kerugian yang dialami oleh masyarakat demi tegaknya supremasi hukum di Wilayah Sumatera Utara.

Kedua Perusahaan ini (PT.  JCI Tbk & PKS PT. ST) supaya ditindak sesuai dengan Undang-Undangan Peraturan  Pemerintah yang berlaku di Negara tercinta ini, tegas Ketua PHLNPN NC. Ginting.

Laporan: Dicky Abiasa MPILebak (sumber:NC.Ginting)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here