Singapura Naik Status Jingga Waspada Corona

0
82

PIONLINE JAKARTA Singapura menetapkan status waspada yang lebih tinggi lagi terkait virus corona. Pada hari jumat 7 Februari 2020 kemarin, dengan menggunakan sistem Disease Outbreak Response System Condition (DORSCON), statusnya yang sebelumnya kuning kini berubah menjadi jingga.

Dampak dari meningkat status waspada ini adalah ditundanya kegiatan-kegiatan pendidikan baik di dalam maupun luar sekolah hingga akhir Maret. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan, dikutip dari Channel News Asia, Minggu (9/2/20).

“Saya mengerti bahwa masyarakat Singapura cemas, khawatir dan ada banyak hal yang belum kita ketahui tentang virus ini,” Ujar Menteri Kesehatan Gan Kim Yong pada awak media saat konferensi Jumat sore.

“Informasi baru akan di update terus setiap hari, kami berharap masalah ini mungkin membutuhkan waktu untuk diselesaikan, mungkin berbulan-bulan, hidup tidak bisa terhenti, tetapi kita harus mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan dan melanjutkan hidup.”

 “Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi situasi dan menjaga keamanan warga Singapura.” Ujar Menteri Kesehatan

wabah Virus Corona ini dipandu dengan DORSCON. Sistem kode warna, yang memiliki kategori tingkatan dari Hijau, Kuning, Oranye hingga Merah, menunjukkan situasi saat ini. Ini juga menunjukkan apa yang perlu dilakukan untuk mencegah dan mengurangi dampak infeksi.

DORSCON Oranye berarti bahwa penyakit ini dianggap parah dan menyebar dengan mudah dari orang ke orang, tetapi belum menyebar luas. “Ini bukan pertama kalinya kami benar-benar mengubah tingkat DORSCON kami dan mencapai DORSCON Oranye,” Associate Professor Kenneth Mak selaku Direktur Pelayanan Medis Departemen Kesehatan Kenneth Mak saat memberikan penjelasan.

Dia menambahkan, “Karena kami memiliki pemahaman yang lebih baik tentang penyakit itu dan menyadari bahwa sebenarnya, perilakunya sangat mirip dengan bentuk lain dari influenza, itu memberi kami kesempatan untuk menilai kembali risiko yang terkait dengan infeksi ini pada populasi kami dan kemudian menurunkan DORSCON kita, dan kemudian akhirnya kembali normal.”

Dengan ‘postur risiko tinggi’ dari DORSCON Orange, Kementerian Kesehatan mengatakan akan memperkenalkan langkah-langkah pencegahan baru. “Kami telah merencanakan skenario yang melibatkan penyebaran komunitas,” Jelas Depkes.

Penyelenggara acara besar harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan seperti melakukan pengecekan suhu, mengidentifikasi gejala pernapasan seperti batuk atau pilek dan menolak masuk orang yang tidak sehat. Individu yang tidak sehat, cuti atau memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini ke daratan Tiongkok tidak boleh menghadiri acara-acara seperti itu.

Pihaknya juga mendesak penyelenggara untuk membatalkan atau menunda acara berskala besar yang tidak penting.

Laporan: Shndy MPIBekasi

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here