Kapolres Bila Ada Bukti Baru Akan Buka SP3 Surat Ombudsman Belum Jadi Alat Bukti

0
220
Poto Bersama Kapolres no 2 kiri Penulis MPI Kep Nias

PIONLINE GUNUNGSITOLI Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan SIK MH, penerbitan SP 3 dudah sesuai aturan yang berlaku di Lingkungan Polri.

Bila ada bukti baru pihak nya akan buka SP3 perkara dugaan Ijazah palsu HJH. Terkait dengan Surat Ombudsman RI belum bisa jadi alat bukti membuka SP3, demikian AKBP Deni Kurniawan Kapolres Nias.

Ketua DPD GAB Nias selaku pelapor. Terkait dengan pernyataan Kapolres Nias. Loozaro Mengatakan yang menjadi Alat bukti pertama setelah mendapat SK Dirjend Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Prodi Pendidikan Agama Kristen No.DJ.III /Kep /HK.00.5/25/2013 tanggal 30 Januari 2013 setelah saya dapat Foto SK itu merupakan dimulainya kegiatan Program Study Pendidikan Agama Kristen di STT Sunsunggos.

Lebih lanjut Loozaro Zebua, ini juga bukti baru setelah melihat Foto Copy zijazah tidak memiliki No Seri Ijazah kemudian SK yang dalam Ijazah adalah SK Dimulainya Kegiatan pendidikan Agama Kristen di STT Sunsugos. Alat bukti lainnya, tidak didapati nya Nomor Peserta mahasiswa yang mengikuti ujian.

Bukti Baru juga misalnya.  Diakreditasi  tgl 14 maret  Tahun 2015 dengan nomor 089/SK/BAN-PT/Akreditasi/S/III/2015 pendidikan Agama Kristen Jenjang  S1 dengan peringkat C. Surat ditanda tangani oleh direktur dewan Eksekutif Prof.T.Basarudin.

Lantas soal Surat Ombudsman Tgl 27/08/2019 dasar surat itu terkait belum dijawab surat kami tgl 23/05/2018 oleh Bapak Presiden RI, Menteri Agama RI, Kapolri, terhadap penerbit an Ijazah yang belum diakreditasi Program Study dari UU No 12 Tahun  2012 tentang Pedoman pendidikan Tinggi pasal 28 ayat (3) gelar akademik,Vokasi, Sertifikasi Kompetensi tidak sah dan dicabut menteri.

Dengan data data ini kiranya Kapolres Nias dapat dijadikan dasar untuk membuka SP3. Demikian harapan Loozaro Zebua.

Laporan: laoziduhu MPI Kep Nias

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here