Mantan Anggota DPRD Rembang Ditangkap Nyabu Di WC Umum

0
452

PIONLINE REMBANGKapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto yang di dampingi Kasat narkoba Polres Rembang Iptu M Edi Siswanto, mengatakan bahwa ada lima orang pelaku yang di amankan oleh (kasat narkoba polres Rembang) dalam penyalgunaan narkotika jenis sabu – sabu.

Lima orang pelaku tersebut di amankan dari tempat yang berbeda. Salah satunya adalah mantan anggota DPRD kabupaten Rembang dari fraksi Gerindra, yaitu inisial HK (37 th) warga Tawang sari kelurahan  Leteh Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto mengatakan HK di tangkap bersama dengan rekannya DM (19th) warga kabupaten Pati. Keduanya di tangkap di wc umum barat alun – alun Rembang (11/2/2020 pukul 03.30 wib), ” jelas Dolly dalam jumpa pers di Mapolres Rembang,pada Kamis ( 13/2/2020).

Kapolres Dolly juga menambahkan HK bersama rekannya di tangkap saat transaksi narkoba jenis sabu-sabu.

“Dia pemakai, dari tkp kami mengamankan barang bukti berupa 1,58 gram sabu – sabu, alat hisap / bong, rokok yang di gunakan untuk menyimpan sabu tersebut, dan HP,” imbuh kapolres.

HK merupakan mantan anggota DPRD dari fraksi Gerindra periode 2014-2019. HK juga merupakan calon legislatif DPRD Provinsi namun gagal dalam pillek tahun 2019 lalu. HK juga di kenal sebagai seorang anak pengusaha di Rembang. Selain HK dan DM, polisi juga meringkus tiga tersangka lainnya dengan dua kasus berbeda.

Mereka adalah RA (23th) warga kecamatan Batangan Pati,RA di tangkap dari tempat kost di kelurahan Magersari Rembang, dengan barang bukti 1 klip plastik yang berisi sabu-sabu. Tersangka lainya RJD (26th) warga kecamatan Dampit Malang Jawa Timur dan AAS (28th) warga Pamotan Rembang. Keduanya adalah sopir yang di tangkap di area SPBU kaliuntu desa Pasar Banggi Rembang.Barang bukti yang di amankan Sat narkoba Polres Rembang yakni 4 paket kecil berisi sabu – sabu.

Saat ini para tersangka di tahan di jeruji tahanan Mapolres Rembang atas perbuatannya mereka terancam hukuman penjara minimal 5 tahun maksimal 20 tahun dan denda minimal Rp 1 milyar dan maksimal Rp 10 milyar.

Kapolres berpesan kepada masyarakat agar berhati-hati dengan peredaran narkoba yang selalu tertutup. Masyarakat juga harus lebih berhati-hati karena umumnya masyarakat itu gampang terpengaruh dan ikut-ikutan, sasaran narkoba lebih ke kaum milenial, maka di butuhkan peran serta orang tua agar senantiasa memantau dan mengawasi anak-anak mereka, agar tidak terjebak dalam pusara peredaran narkoba,” pungkas Kapolres Dolly.

Laporan: Tan & sis Rembang MPIRembang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here