Masyarakat Bayah 1 Tolak Tronton Lintasi Jembatan Tua Peninggalan Jepang

0
232

LEBAK  PIONLINE Masyarakat Kampung Bayah 1 Desa Bayah Barat Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten, melakukan aksi penolakan terhadap kegiatan transportasi yang menggunakan truck Tronton indeks 24.

Masyarakat Bayah 1(satu) khawatir, dengan adanya kegiatan Tronton yang bermuatan melebihi MST dan kelas jalan dikhawatirkan akan merusak jalan yang baru saja selesai dilakukan pembangunan peningkatan jalan ruas Bayah – Cikotok, dan mengkhawatirkan akan mengakibatkan jembatan yang ada di Kampung Bayah 1 roboh, yang saat ini selain kondisinya sudah tua karena memang merupakan jembatan peninggalan jaman jepang, dan saat ini mengalami kerusakan akibat terdampak dari banjir yang lalu.

Usep, selaku tokoh muda Bayah 1 (satu) menyampaikan, bahwa kondisi jembatan Cimadur yang berada di Kampung Bayah 1 Desa Bayah Barat pasca musibah banjir saat ini mengalami kerusakan. Kondisi seperti ini tentunya sangat membutuhkan perbaikan secepatnya dari pemerintah sebelum terjadi hal yang tidak diharapkan. Pasalnya jembatan ini dikhawatirkan runtuh akibat banyak aktifitas kendaraan TRONTON yang sering melalui jembatan.

“Begitu pula dengan kondisi jalan raya yang baru selesai dibangun, saat ini kami sangat nyaman dan sangat berterimakasih kepada Gubernur Banten Bapak Wahidin Halim, kami tidak mau jalan ini cepat  rusak, dan tidak terbayangkan apabila jembatan ini runtuh, yang tentunya akan mengakibatkan lumpuhnya roda perekonomian dan menghambat kegiatan – Masyarakat lainnya,” tegas Usep, Senin (24/02/2020)

Senada dengan Fiki Sanjaya dan Paul meminta, untuk menghindari jembatan runtuh dan jalan rusak,

agar operasional trucking Tronton indeks 24 milik PT. Transindo Perkasa Prima yang melakukan pengiriman limbah mengandung FE milik PT. Wangsit Siliwangi ke PT. Cemindo Gemilang di hentikan.

Sementara itu, kepala Desa Bayah Barat M. Ridwan saat di hubungi lewat sambungan telepon (24/02/2020) mengatakan sudah menugaskan kepada ketua Karang Taruna, agar pihak perusahaan mengurangi beban muatan kendaraan. (red)

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPI Banten

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here