Obat ARV Langka Di Bekasi

0
36

PIONLINE BEKASI – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Muda Mudi Bersama Odha (AMMUBA) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkot Bekasi di jl. Ahmad Yani, Margajaya, Bekasi Selatan (12/3/20)

Mereka membawa sejumlah poster dan spanduk berisi protes karena stok obat antiretroviral (ARV) yang dikurangi. Dan meminta agar Pemkot Bekasi hadir dalam menyediakan obat bagi Orang Dengan Hiv Aids (ODHA) untuk memperlambat berkembangnya dan menyebar dalam tubuh.

Kordinator Aksi Richie menjelaskan dari 4500 penderita HIV di Kota Bekasi, ada sekitar 1400 orang penderita yang baru mengkonsumsi obat odha tersebut. Dan di akhir tahun 2019 jatah obat tersebut dikurangi karena persediaan atau pengiriman dari Kemenkes terbilang sedikit.

” Persediaan obat di Kemenkes langka, sejak akhir tahun 2019 persediaan obat ARV di pos pelayanan di rumah sakit dikurangi. Kami minta Pemkot hadir dalam hal ini, karena kami warga Kota Bekasi juga” Katanya saat berorasi.selain itu, seharus nya dinkes kota bekasi sudah bisa melakukan langkah – langkah untuk mencegah agar stok obat ARV tidak berkurang.

Kami menganggap ada ketidak pedulian dari Kepala Dinas Kesehatan Kota terkait permasalahan dan kegelisahan, yang teman- teman odha rasakan maka dari sebab itu kami mendesak pemerintah kota agar Mencopot kepala dinas kesehatan kota bekasi karena dianggap lalai dalam penanganan masalah tersebut

Disisi lain wakil walikota mengaminkan kesalahan dan kelalaian yang dilakukan oleh dinkes kota bekasi pada saat menerima perwakilan demonstran dan berdialog diruangan rapat kerja wakil walikota terkait langka nya obat ARV di kota bekasi” ujar bapak wakil walikota, perihal dialog tersebut juga disaksikan oleh kadis kesbangpol dan perwakilan dari dinkes kota bekasi.

maka dari itu kami (AMMUBA) menuntut  mendesak walikota bekasi untuk memecat kadinkes kota bekasi dari jabatan nya.

Laporan: Iqbal MPIBekasi

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here