Penambangan Keluar Dari IUP Dan Cemari Sungai Cihara PT. Hanasa Prima Terancam Ditutup

0
66

LEBAK PIONLINE – Aktivitas penambangan pasir kuarsa PT. Hanasa Prima di Kampung Cicatang Desa Cihara Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Provinsi Banten mengabaikan tata kelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang baik, sehingga telah mencemari sungai Cihara dan menuai reaksi juga protes dari Warga.

Seperti yang di ungkapkan Inong, warga sekitar yang biasa menggunakan air sungai dalam memenuhi kebutuhannya, bahwa limbah pencucian pasir kuarsa perusahaan ini telah membuat air sungai berubah warna yang tadinya jernih menjadi pekat kecoklatan, sehingga sudah tidak bisa lagi digunakan untuk kebutuhan warga sehari-hari. Selain itu menurut Inong, bahwa limbah pertambangan pasir kuarsa ini telah menimbulkan tumpukan sedimen lumpur di sungai dan muara sungai Cihara.

“Sebelum ada kegiatan penambangan dan pencucian pasir kuarsa, air sungai sangat bersih.  Kami masyarakat disini bisa mandi dan mencuci, mancing dan menjala ikan, dan disini ikannya banyak, tapi sekarang mah ikan sudah jarang, karena airnya sudah tercemar,” katanya.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten dipastikan akan melakukan penutupan aktifitas penambangan pasir kuarsa milik PT. Hanasa Prima di Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak.

Hal itu menyusul setelah diketahui bahwa aktifitas penambangan tersebut telah keluar dari Izin Usaha Penambangan (IUP) yang berlaku.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten Eko Permadi membenarkan, bahwa pihaknya akan menutup aktifitas penambangan itu setelah melakukan peninjauan lapangan dan dokumen yang menyatakan bahwa perusahaan itu melakukan kegiatan pertambangan diluar izin yang berlaku.

“Sudah kami cek di lapangan dan dia (PT Hanasa Prima-red) aktifitas penambangannya ada yang diluar IUP dan terlalu dekat ke sungai,” kata Eko saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp, Senin 16/3/2020.

Oleh karena itu, pihaknya pada tanggal 17 Maret 2020 akan melakukan pemanggilan kepada dinas terkait di Kabupaten Lebak untuk berkoordinasi mengani penutupan tambang pasir kuarsa milik PT Hanasa Prima.

“Besok kami panggil manajemen PT Hanasa Prima termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Satpol PP Kabupaten Lebak,” tegas Eko.

Hal senada dikatakan Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak Dasep Novian menyatakan, bahwa pihaknya dalam waktu dekat ini akan segera melakukan penutupan terhadap aktifitas penambangan pasir kuarsa milik PT Hanasa Prima. “Kita akan hentikan kegiatan itu secepatnya,” katanya singkat. (red)

Laporan: Asep Dedi Mulyadi Kabiro MPIBanten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here