Pengusaha Tambang Batu Bara Ilegal Kenapa Membandel

0
116

Wakil Administratur Banten Timur Ir. Engkap Japriyadi mengatakan,  akan menindak lanjut informasi wartawan

LEBAK PIONLINE – Sebagaimana yang telah ramai dalam pemberitaan media, bahwa permasalahan semaraknya pertambangan ilegal yang berada di Lebak Selatan telah mendapat perhatian khusus, baik itu dari pemerintah pusat ataupun daerah. Dan mengintrusikan agar dinas dan instansi terkait juga aparat hukum agar menginventarisir dan melakukan langkah hukum.

Seperti yang dilakukan Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Banten melalui Kasi Eksplorasi Mineral dan Batubara Banten, Budi kurniawan telah meninjau tiga titik pertambangan batu bara yang diduga ilegal di Kecamatan Cihara, Panggarangan dan Bayah Kabupaten Lebak, Rabu (15/01/2020) yang lalu.

Menurut  Budi kurniawan, tiga titik pertambangan batu bara sebagian terdapat di lahan milik masyarakat dan lahan milik Perhutani.

Dia juga menjelaskan, Jika pertambangan ada di lahan hak milik perorangan atau masyarakat, maka Pemprov maupun Pemkab yang mempunyai kewenangan dalam pemantauan dan penanganannya, dan apabila penambangan batubara di kawasan Perum Pehutani, maka kewenangannya ada di pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau Perum Perhutani sebagai pengelola. Sesuai dengan amanat UU No 32 tahun 2009 tentang pengelolaan dan pengendalian lingkungan hidup.

Dan juga menambahkan bahwa berdasar UU No 4 tahun 2009, Penambangan Tanpa Izin termasuk kedalam tindak pidana, dan bisa di proses ke ranah hukum.

Dari hasil pantauan tim media di lapangan, Sabtu (14/03/2020) ditemukan, bahwa para pengusaha penambangan ilegal tersebut masih terus melakukan kegiatan meskipun sudah ada larangan dan agar menghentikan penambangan ilegal dan adanya sanksi hukum bagi mereka yang melanggar.

Seperti penambangan batu bara ilegal yang terjadi di area milik perhutani Blok Sanggo Desa Sukajadi dan Desa Sindang Ratu Kecamatan Panggarangan BKPH Panjaungan Timur.

Meskipun disitu dipasang papan larangan melakukan eksploitasi di area milik perhutani, tetap saja para pengusaha batu bara melakukan penambangan di lahan perhutani itu.

Dari beberapa lobang yang ada di area Perhutani, tim wartawan berhasil minta keterangan dari kuli penambang bahwa mereka hanya kerja dipemilik lobang BN, DB dan NI. Dan menurut para kuli, bos mereka itu memiliki lobang penambangan batu bara lebih dari pada satu.

Begitu juga dengan puluhan Truk Tronton per-hari yang mengangkut batu bara yang hendak mengirim ke pabrik-pabrik diluar kota, bisa melenggang leluasa, yang padahal jelas-jelas batu bara tersebut hasil dari pertambangan tanpa izin.

Saat wartawan mengkonfirmasi dan ditemukan masih terjadi penambangan batu bara di area perhutani, KRPH Panjaungan timur mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan di lapangan.

“Ok siap akan kami cek ke lapangan terimakasih atas informasinya,” kata Endang Sujana.

Saat wartawan mempertanyakan, apakah selama ini kegiatan tersebut luput dari pantauan pihak Perhutani ?, Endang Sujana tidak memberikan keterangan.

Begitu juga saat minta penjelasan via sambungan WhatsApp terkait masih adanya kegiatan penambangan batu bara di area perhutani BKPH Panjaungan Timur,

Wakil Administratur Banten Timur Ir. Engkap Japriyadi mengatakan,  akan menindak lanjut informasi wartawan.

“Terima kasih infonya, akan saya tindak lanjuti,” Jawab Engkap singkat. (red)

Laporan: Asep Dedi Mulyadi Kabiro MPI Banten

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here