Riati Gulo Berharap Kepastian Hukum Dan Keadilan Kepada Kapolres Nias

0
137

PIONLINE NIAS BARAT – Peristiwa penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama, mengakibatkan korban Siuma Zebua meninggal dunia.

Kapolres Nias Sumatera Utara, AKBP Deni Kurniawan kepada sejumlah wartawan di Mapolres Nias, menjelaskan peristiwa penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban Siuma Zebua meninggal dunia terjadi pada Sabtu 22 Ferbuari 2020 lalu.

Ketiga pelaku yang menyerahkan, Aroo Zebua, Eko Putra Zebua dan Yunus Stop Zebua. Sementara tiga orang lainnya yakni Nuti Zebua, Rahi Zebua serta Diso Zebua yang diduga turut melakukan penganiayaan terhadap Siuma Zebua alias Ama Teli belum juga tertangkap oleh pihak berwajib.

Kapolres Nias menjelaskan, penganiayaan terhadap korban dilakukan karena korban membuat keributan di rumah pelaku AZ alias Ama Salini, yang saat itu sedang berduka atas meninggalnya istri pelaku. “Karena kesal pelaku ribut, AZ alias Ama Salini langsung memerintahkan pemuda-pemuda yang berada di rumah duka untuk menghajar korban,” jelasnya.

Kejadian menarik perhatian masyarakat itu terjadi di kediaman AZ alias Ama Salini di Dusun I, Desa Lasarafaga, Kecamatan Mandrehe Barat. Korban Siuma Zebua adalah warga Dusun I Desa Lasarafaga, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat. Korban sempat menjalani perawatan di Puskesmas setempat, namun nyawa korban tidak dapat tertolong karna kehabisan darah dan menghembuskan nafas terakhir.

Dari hasil penyelidikan tersangka Yunus mengambil  kayu saat kejadian yang ada dilokasi. “Kayu inilah yang digunakan tersangka memukul kepala bagian belakang korban. Sedangkan tersangka lainnya memukul pakai tangan. ketiga tersangka memiliki hubungan saudara,” jelas Deni.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan pasal 338 subsider pasal 170 junto pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Pada hari Selasa 17 Maret 2020 Riati Gulo Als Ina Teli selaku istri korban mendatangi Polres Nias untuk menyampaikan permohonan kepastian Hukum dan keadilan atas kasus yang menimpa Alm suaminya Siuma Zebua.

Sebelumnya Ina Teli telah melaporkan kasus tersebut di Polsek Mandrehe dengan Nomor: STPLP/06/II/2020/Ns-Ndrehe pada tanggal 22 Februari 2020. atas laporan tersebut, Ina Teli kembali menanyakan kepada Penyidik Polsek Mandreha atas pelaku lainnya yang belum tertangkap. Namun pihak Polsek Mandrehe tidak bersedia memberi jawaban dengan alasan yang berwenang menjawab adalah Kapolsek Mandrehe.

Atas jawaban Penyidik tersebut, Ina Teli tidak puas, ia merasakan penyidik  kurang transparan dan di duga adanya upaya menghilangkan keterkaitan pelaku lainnya yakni Nuti Zebua, Rahi Zebua dan Diso Zebua.

Ina Teli berharap, untuk menghindari persepsi negatif masyarakat terhadap Kepolisian. Saya meminta kepada Kapolres Nias untuk segera melakukan proses hukum kepada ke tiga pelaku lainnya demi tercipatnya keadilan dan kepastian hukum.

Loozaro Zebua

Laporan : Loozaro Zebua MPI Nias

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here