PT Gayatri Bangkit Mandiri Wisata Pulo Manuk Akan Berdayakan Pengusaha Kuliner Lokal

0
32

LEBAK  PIONLINE – Dengan adanya kebijakan Perum perhutani dalam  pemberdayaan Hutan bersama masyarakat serta untuk mewujudkan Tri Sukses Perhutani  yakni  Ekosistem, Ekologi dan Ekonomi Sosial (EEE), maka  Perum Perhutani RPH Bayah Selatan BKPH Bayah SKPH Banten Timur KPH Banten, melakukan kerja sama dengan pihak swasta, dalam pengelolaan wana wisata Pulo manuk.

yang kini telah di buktikan dengan di mulai nya pembangunan penataan  Area wana wisata  yang berada di Blok Gunung Kembang Petak 46, yang masuk wilayah administrasi Desa Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Gayatri Bangkit Mandiri selaku pihak rekanan mengatakan, berencana melakukan penataan wana wisata pulou manuk dengan membangun beberapa sarana dan prasarana wisata yang ramah anak dan lingkungan serta dalam pengelolaan nya management kami akan konsorsium dengan melibatkan para pengusaha kuliner lokal. dengan prosentase para pengusaha yang terlibat sbb:

Desa swarna 35%, Darmasari 15%, Desa Pamubulan 10%, Desa Bayah Barat 10%  Desa Bayah Timur 10%, sisanya untuk desa-desa lain yang berada di sekitar wilayah Kecamatan Bayah, tentunya rencana pemberdayaan ini dengan tanpa mengesampingkan peraturan dan UU yang berlaku.

“Adapun Saat ini yang tengah kami bangun adalah berupa 2 buah kolam pasir tempat bermain anak, 10 gajebo bentuk lumbung padi, trotoar (Jogging Track), permainan Playing Pox, sepanjang 700 meter, 7 buah Karang Botram, Pembuatan turap bibir pantai penahan abrasi, pembuatan pintu gerbang dua arah dan pemagaran sepanjang 250 m.

Selanjutnya, kami juga akan membangun Mini Galeri Alat Tatanen (pertanian) Sunda, Spot Selpi. Dan agenda Wisata ke depan dimana  setiap bulan pihak kami akan mengadakan pagelaran  pentas seni  budaya lokal yang ada di selatan Banten, semua rencana kami ini tentunya adalah sebuah harapan agar khususnya Bayah kedepan lebih dikenal dari sisi kebergamannya.  terang Eko Priyono, Senin (23/03/2020).

Diharapkan  kedepan, proses rencana management kami dalm melakukan usaha nya bisa dijadikan model dan atau percontohan bagi para investor luar yang berinvestasi di selatan agar bisa memperhatikan kearifan lokal dan dapat melibatkan pengusaha lokal, “tdk bersifat kavitalis” tambahnya.

Menanggapi adanya pembangunan ini, Sulastri (39thn),  seorang pengunjung wisata yang sempat diwawancara wartawan,  mengucapkan terima kasih dengan diadakannya penataan destinasi wisata pulau manuk, yang selama ini hanya bisa dinikmati pemandangan mata saja, kini  mungkin ke depan kami bisa menikmati kuliner khas Banten kidul serta juga anak anak kami bisa menikmati  berbagai sarana dan prasarana yang ramah anak tentunya, ujarnya.

Saat wartawan MPI coba konfirmasi pihak perum perhutani, terkait bentuk kerjasama dalam pengelolaan dan penataan wisata Blok Gunung Kembang Petak 46, yang tengah di laksanakan PT Gayatri Bangkir Mandiri itu, Wakil Administratur Banten Timur tidak bisa memberikan keterangan banyak.

“Itu sudah ada MoU, untuk lebih jelas silahkan tanya di KPH bagian managemen bisnis,” jawab Waka Banten Timur KPH Banten Ir. Engkap kapriyadi, melalui sambungan WhatsApp. (red)

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPIBanten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here