Ditengah Pengendalian Pandemi Covid-19 Harga Gas Elpiji 3Kg Tidak Terkendali

0
36

LEBAK PIONLINE – Ditengah gencarnya Pemerintah  sosialisasikan Sosial Distancing sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19,  yang menyarankan agar masyarakat untuk tetap tinggal dirumah dan membatasi interaksi di masyarakat.

Keadaan seperti ini tentunya telah mengakibatkan terpuruknya sektor ekonomi dan pendapatan masyarakat, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah.

Ironisnya, ditengah keadaan ekonomi tidak stabil, harga gas bersubsidi 3 kg malah melambung tinggi, harga dipengecer bervariasi mulai Rp.30.000,- (tiga puluh ribu rupiah) hingga Rp.40.000,-(empat puluh ribu rupiah), selain harga yang mahal, gas elpiji bersubsidi 3Kg juga langka di pasaran, ungkap Ketua DPC Badak Banten Malingping Erot Rohman kepada awak media, Rabu (01/04/2020).

Dalam hal ini, aktivis Badak Banten DPC Malingping mendesak kepada Dinas terkait dan aparat penegak hukum untuk memastikan stok gas bersubsidi ini aman, baik secara jumlah maupun harga, sehingga ditengah situasi ini masyarakat tidak semakin terbebani.

Kami juga akan melaporkan terkait situasi ini kepada BPH migas agar ada tindakan tegas terhadap oknum pengusaha yang diduga curang dengan menimbun stok gas bersubsidi, terang Erot Rohman.

Selain itu, lanjut Erot, kami akan aksi secara continue sampai dengan tuntutan kita didengar, yaitu harga gas bersubsidi kembali normal, dengan catatan aksi kami ini juga tidak akan menimbulkan kerumunan massa, dengan tetap membatasi masa aksi dan menjaga jarak satu sama lain, pungkas Erot.

Saat wartawan MPI konfirmasi Via WhatsApp, atas temuan Aktivis Badak Banten Malingping tersebut, bahwa harga elpiji 3kg melambung dan sulit didapat. Apa kiranya langkah yang akan dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, H. Dedi Rahmat S.Sos, hingga pemberitaan ini belum memberikan tanggapan. (red)

Laporan: Asep D Mulyadi MPIBanten

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here