Aktivis Keluhkan Tidak Jalannya Pelayanan Poskesdes Di Desa Cidikit

0
20

LEBAK PIONLINE – Dalam Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2020 tentang penerapan PSBB akibat Pandemi Corona, telah melahirkan beberapa Peraturan Menteri untuk bantuan terhadap warga masyarakat yang terdampak.

Mengacu dari Permen tersebut, Hasan Sadeli, aktivis muda Lebak Selatan, mengaku merasa terdorong untuk melakukan infestigasi di beberapa daerah guna memastikan agar bantuan pemerintah itu tepat sasaran.

Desa Cidikit Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten, menjadi sala satu daerah pantaunnya, dia tercengang melihat salah satu pasilitas kesehatan (Pustu/Poskesdes) yang terbengkalai, kumuh dan tidak terawat, tidak ada papan nama/plang dan jauh dari kesan berpungsi atau di pungsikan, terangnya.

“Ini mungkin seperti semangka berasa jeruk, yang seharusnya Pustu merupakan jaringan pelayanan Puskesmas, yang memberikan pelayanan kesehatan disuatu lokasi di wilayah kerja Puskesmas (ayat 1), Pustu merupakan bagian integral Puskesmas, yang harus dibina secara berkala oleh Puskesmas (ayat 1 huruf a), Pustu juga untuk meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerja (ayat 1 huruf b), itu yang tertuang dalam PMK no. 75 tahun 2012,” papar Sadeli, Jum’at (17/04/2020).

Saya melihat dari Pustu ini, ibarat Kantor Pertanian saja, lanjut Sadeli. Tidak ada indikasi kegiatan yang merujuk kepada Peraturan Menteri Kesehatah no. 75 tahun 2012 pasal 40, yang ada malah tumpukan balken kayu dan semaian bibit di kantong polybag, katanya.

Tambahnya lagi, Kepala Puskesmas sebagai pemegang kebijakan, Kepala Desa sebagai pemilik wilayah, dan Petugas yang ditugaskan Kadis Kes/Kapus, adalah tiga elemen ini sebagai penentu keberlangsungan dan kesuksesan Pustu/Poskesdes.

Hasan Sadeli juga menambahkan, saat dikonfirmasi Kepala Desa cidikit, Supandi, SH, menjelaskan, Sebelum Corona mewabah Pustu ini suka beroprasi, minimal sebulan sekali, suka dipakai kegiatan Posyadu oleh Mawar 3 Kp. Cibeas. Saya juga berharap, dan sudah pernah ngomong saat rapat bersama orang Puskesmas, paling tidak senin sampai Jumat lah, mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore paling tidak ada petugas kesehatan yang mengisi Pustu, meski tidak 24 jam saya, sudah merasa terbantu, kata Kades.

Entah dimana  kendalanya yang membuat kenyataan seperti ini, kita lihat aja kedepannya, ya mudah-mudahan ada perbaikan dan pembenahan dari pihat terkait, dan insya Allah saya akan secepatnya konsultasi dengan Kepala Puskesmas Rawat Inap Bayah, sebelum ke jenjang yang lebih tinggi, pungkas Hasan Sadeli menegaskan.

Menurut Kepala Puskesmas Bayah, Syarif, jarang dibuka itu karena Pustu tersebut belum mendapat perehaban, jadi mereka milih tinggal di rumah, dan kemarin itu petugasnya hamil dan baru lahiran.

Pelayanan masyarakat tidak ada kendala, juga sudah mengirim 2 orang petugas baru, semoga kedepan pelayanan bisa lebih baik.

“Memang kemarin sempet  jarang di buka karena petugasnya kan hamil dan lahiran. Baru bulan kemarin saya kirim dua petugas baru, jadi mungkin kedepan akan lebih aktif Pustunya. Tapi untuk pelayanan masyarakat tidak ada kendala karena di Cidikit petugas kesehatan ada 5 orang.

Yang kedua, itu pustu belum di rehab jadi pada takut kalau ngisi di situ, jadi mereka milih tinggal di rumah, karena deket dan kalau siang baru di buka,” jelas Syarif, lewat komunikasi WhatsApp. (red)

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPIBanten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here