Oknum Pendamping PKH Diduga Melakukan Pemotongan Uang Milik KPM

0
615

PIONLINE BANTEN – IS, oknum Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) Desa Gununggede dan Desa Cibarengkok, Kecamatan Panggarangan, Lebak, Banten diduga telah melakukan pemotongan uang milik KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang besarnya bervariasi dari puluhan ribu sampai dengan jutaan rupiah per KPM. Jumlah KPM di dua desa tersebut lebih dari lima ratus keluarga.

Pemotongan ini disinyalir telah dilakukan sejak bulan November 2019 melalui BRILink milik Siti Rohmah yang merupakan istri dari oknum tersebut.

Kades Samsuddin

Di kediamannya, Kamis (30/04/2020), Jaro Samsudin, Kepala Desa Gunuggede membenarkan adanya dugaan pemotongan secara langsung tanpa sepengetahuan KPM. Dia juga menunjukkan rekening koran milik beberapa KPM yang membuktikan terjadinya pemotongan itu. Hal ini terungkap karena adanya pengaduan warga kepadanya.

Saat diklarifikasi, IS menjelaskan,”Saya sebagai manusia biasa ada hal yang mungkin kekeliruan akhirnya ketika dimatchkan dengan SP2D, ketika itu dirembugkan di balai desa, ketika ada beberapa KPM yang (selisih saldo-red), ya (uangnya-red) saya kembalikan.”

Kadis Sosial Lebak, Eka Darmana Putra melalui Whatsapp menanggapi, “Kalau motong tidak mungkin sebab pencairan dilakukan via rekening melalui kartu KKS jadi KPM sendiri yg harus menggesek kartu tsb di atm atau brilink BRI. Paling pungli atau meminta sejumlah uang ke KPM setelah pencairan, kalau ada oknum pendamping, aparat desa,  ketua kelompok atau siapapun yg “nakal'” meminta sejumlah uang tanpa dasar dan alasan yg jelas seperti itu laporkan saja jangan sungkan2 ke aparat yg berwajib disertai dengan bukti2 dan fakta2 yg bisa dipertanggungjawabkan.”

Ketika dijelaskan bahwa IS diduga melakukan pemotongan langsung melalui BRILink atas nama istrinya, masih via Whatsapp Eka menjawab, “Atuh laporkeun bae hese2 amat sabaraha motongna saha2 bae nu ngarasa dipotong, sbb memang di brilink ada biaya adm kl sekira hanya 10 atau 15 rb masih wajar sbb brilink kan pake uang deposit bukan uang bank…”

Laporan: Dodi Efendi MPIBanten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here