Realisasi BLT Desa Bayah Barat Terkesan Abaikan Physical Distancing Dan Masih Banyak Warga Miskin Tidak Dapat Bantuan

0
100

LEBAK,PIONLINE– Dengan mewabahnya pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia termasuk di antaranya wilayah Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten, pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 di Kantor Desa Bayah Barat, Rabu (13/05/2020), kepada 406 KPM dengan jumlah uang Rp. 243.600.000,- (dua ratus empat puluh tiga juta enam ratus ribu rupiah).

Perealisasian BLT di Kantor Desa Bayah Barat Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak ini, dilakukan petugas Kantor Pos Bayah yang turut di hadiri Sekmat, Kasipem dan Kasi Ekbangsos Kecamatan Bayah,  dengan mendapat pengamanan dari Polsek Bayah yang di pimpin langsung Kapolsek AKP. Yogie Roozandi beserta anggota, angota Koramil 0315 Bayah serta Kasat Pol.PP Kecamatan Bayah Usep Saepudin beserta anggota.

Dalam kegiatan realisasi BLT ini,  meskipun telah diintruksikan agar mentaati protokol kesehatan Covid-19, seperti penggunaan masker atau lainnya, tapi terlihat tetap saja mengabaikan Physical Distancing (menjaga jarak), karena masih terjadi kerumunan warga ditempat antrian.

Di Kecamatan Bayah yang terdiri dari 11 desa, secara keseluruhan warga yang menerima bantuan langsung tunai (BLT) berjumlah 1.726 KPM.

Dan dari hasil temuan Wartawan dilapangan, bahwa masih banyak warga miskin yang terdampak pandemi covid-19 yang mengeluhkan, karena tidak mendapat BLT.

Minda (35) yang mempunyai suami kerja serabutan mengaku tidak mendapat bantuan BLT, dan tidak pernah dipinta KK dan KTP untuk didaftarkan.

“Masa orang mampu dapat, sedangkan suami saya yang tidak punya pekerjaan tetap tidak mendapat BLT,” kata Winda.

Sama dengan yang disampaikan Juha (62) janda tua yang harus menafkahi satu orang anak (janda-red) dan dua orang cucu, juga mengaku tidak mendapatkan bantuan BLT, atau bantuan pemerintah lainnya.

“Kamari di data, di penta photo copy KK jeung KTP ku ketua RT, tapi nyatana ari batur numampu menang ari aing teu meunang (kemarin dah didata, dipinta photo copy KK dan KTP sama ketua RT, tapi kenyataannya kalo orang yang mampu dapat, tapi saya yang tidak mampu engga dapat bantuan-red), ungkap Juha.

Menurut Nanto Prasti, Kasi Ekbangsos Kecamatan Bayah,ditengah berlangsungnya kegiatan, kepada wartawan mengatakan, pada hari ini (Rabu-red) perealisasian BLT baru dilakukan di 4 (empat) Desa, yaitu Desa Bayah Barat, Desa Bayah Timur, Desa Suakan dan Desa Mancak, terangnya.

Dalam kesempatan ini, Nanto juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat dan daerah yang telah memberikan  bantuan sosial langsung tunai (BLT), kepada warga masyarakat Kecamatan Bayah yang terkena dampak pandemi covid-19.

“Ditengah Pandemi Corona ini, tentunya banyak warga masyarakat yang terdampak, dengan diberlakukan Social Distancing / Phisycal Distancing, dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19). Tentunya masyarakat sangat kesulitan dalam melakukan aktifitas usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, apalagi saat ini bersamaan dengan pelaksanaan ibadah puasa bulan Romadhon,  tentunya bantuan langsung tunai (BLT) ini sangat berarti dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak,” katanya.

Nandi juga menghimbau kepada masyarakat agar dana bantuan sosial (BLT) ini dipergunakan bagi kebutuhan yang penting-penting dulu, dan apabila ada masyarakat sesuai kreteria yang ditentukan belum mendapat bantuan sosial (BLT)silangkahkan memasukan data untuk diajukan pada daftar susulan, imbuhnya.

Di tempat yang sama, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) Kecamatan Bayah Dodo, juga bagi masyarakat yang merasa sesuai kreteria yang ditentukan pemerintah tapi belum mendapat bantuan, silahkan untuk didaftarkan pada pengajuan susulan, katanya.

Sementara itu, Camat Bayah A. Suyanto, sangat menyayangkan mendengar bahwa masih ada masyarakat kurang mampu terdampak pandemi Corona Virus Disiase tidak menerima bantuan dan juga menyayangkan pada pelaksanakan realisasi BLT tersebut, mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.

“Saya memang mendengar aduan dari masyarakat, bahwa banyak masyarakat tidak mampu yang tidak mendapat bantuan. Yang padahal sejak awal saya sudah peringatkan kepala desa dan sekdes, bahwa pada waktu pendataan harus betul-betul selektif dan transfaran, dan jangan sampai ada masyarakat kurang mampu yang tidak terdata,” tegasnya.

Saat Wartawan minta keterangan  melalui whatsUpp, bahwa kenyataan dilapangan masih banyak warga kurang mampu yang masih belum mendapat bantuan, dan langkah apa yang akan dilakukan Pemdes Bayah Barat menyikapi hal ini, Kepala Desa Bayah Barat M.Ridwan, belum meberikan tanggapan.

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPIBanten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here