2 Tahun Penganiaya Kades di Nisbar Belum Tertangkap, Polisi Terus Melakukan Pengejaran

0
44

PIONLINE GUNUNGSITOLI-Kepala Desa (Kades) Onozalukhu You, Kecamatan Moro’o, Nias Barat, Sofarius Waruwu (35), Jumat (15/5/2020), meminta polisi menangkap dua warga masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) yang melakukan penganiayaan kepadanya pada tahun 2018 lalu.

Kades Sofarius kepada MPI Nias menerangkan 9 Oktober 2018 isterinya, Yarniwati Harefa melaporkan Fitenieli Waruwu, Fanoloni Gulo dan Hafamati Gulo ke Polsek Mandrehe dengan tuduhan melakukan penganiayaan berat, yakni penikaman sesuai STPLP: 26/X/2018/NS.

“Dalam kasus ini, Hafamati Gulo sudah divonis penjara 3 tahun, namun Fitenieli dan Fanoloni masih belum ditangkap, sementara seorang lainnya, Faaduhu dinyatakan tidak terlibat ,” jelas Kades.

Diceritakan, permasalahan berawal ketika Agustus tahun 2018 lalu, Fanoloni, Hamafati dan Faaduhu warga Desa Hilioromi, Kecamatan Moro’o, desa tetangga, membongkar bangunan jalan Desa Onozalukhu You sepanjang 15 meter dengan alasan telah mengenai desa mereka. Sofarius dikatakan mengirimkan aparaturnya mencari solusi, namun ketiganya justru mendatangi Sofarius dengan gelagat tidak senang.

“Saat itu pembicaraan menjadi panas, saya pun dipukul Hamafati menggunakan kayu, adik saya Yulius dipukul oleh Fitenieli. Saya lari ke rumah kemudian memberitahu kejadian kepada polisi,” jelasnya.

Pelaku yang mengetahui dilaporkan ke polisi kembali mendatangi rumah Kades. Mereka mempermasalahkan laporan saya. Fitenieli menyerang saya menggunakan pisau, mengenai tangan lengan hingga tembus, kemudian menusuk lengan atas.

Hamafati juga berniat menikam saya, namun mengenai adik saya Sozisokhi, hingga telapak tangannya luka tertembus senjata tajam. Fitenieli merupakan saingan sewaktu Pilkades.

“Kejadian ini sudah dua tahun. Saya memohon agar Polsek Mandrehe menangkap dua DPO,” pintanya.

Sementara, Kapolsek Mandrehe, AKP Bruno Harefa yang dihubungi, mengaku terus melakukan pengejaran terhadap dua DPO. Memang dikatakan, pelaku terkadang muncul sesuai informasi warga, namun kembali menghilang. Soal kemungkinan bersembunyi di pulau sekitar Nias Barat, pihaknya dikatakan terus mencari.

“Kadang sampai subuh kami mencari namun belum ditemukan,” jelasnya seraya meminta agar Kades juga lebih kooperatif.

Laporan: Loozaro Zebua MPI Nias

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here