Profesi Advokat Berbeda Dengan Konsutan Hukum

0
48

PIONLINE Profesi berbeda dengan pekerjaan pada umumnya. Profesi merupakan, pekerjaan Seseorang dengan  memiliki pengetahuan khusus yang diperolehnya melalui latihan atau training atau sejumlah pengalaman lain atau mungkin diperoleh sekaligus kedua-duanya.

Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Misalnya profesi pada bidang: Kedokteran,  Militer, Hukum dan Desainer. Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, karena sudah melalui sertifikasi. Maka yang bersangkutan dapat membimbing atau memberi nasihat dan saran atau juga melayani orang lain dalam bidang-nya sendiri.

Terdapat pula rumusan lain mengenai profesi, ambil contoh Profesi Hukum diantaranya menurut Aubert (1973) menurutnya profesi adalah pekerjaan pelayanan yang menerapkan seperangkat pengetahuan sistematika (ilmu) pada masalah-masalah yang sangat relevan bagi nilai-nilai utama dari masyarakat.

Sedangkan dalam kamus bahasa Indonesia “profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejujuran, dan sebagainya) tertentu”. Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya.

Dengan demikian Profesi diasumsikan, pekerjaan seseorang dengan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.

Dan profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, dikandung maksud untuk meningkatkan status prefesiolisme para anggotanya. Misalnya IDI (Ikatan Dokter Indonesia), PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan PAI (persatuan Advokat Indonesia).

Seseorang Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji, terutama pengetahuan teoretis, semacam Uji kopetensi. Hukum adalah suatu sistem yang dibuat manusia untuk membatasi tingkah laku manusia agar tingkah laku manusia terkontrol.

Hukum juga merupakan aspek terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan, Hukum  mempunyai tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Lantaran itu di butuhkan kaum Profesional hukum untuk mengawasi Hukum dan proses hukum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Hal ini dikenal juga dengan istilah Konsultan Hukum. Dapat berarti seseorang yang melakukan atau memberikan nasihat (advis) dan pembelaan “mewakili” bagi orang lain yang berhubungan (klien) dengan penyelesaian suatu kasus hukum.

Profesi hukum adalah profesi yang mulia dan terhormat (officium nobile) karena bertujuan menegakkan hukum dan keadilan dalam kehidupan masyarakat. Profesi hukum meliputi Polisi, Jaksa, Hakim, Advokad, Notaris dan lain-lain, yang kesemuanya menjalankan aktivitas hukum.

Dalam menjalankan Profesi nya seorang Advokat, harus di bedakan dengan Konsultan Hukum. Konsultan Hukum Hanya sebatas memberikan jasa konsultasi  Hukum. Sedangkan Advokat, dikenal istilah beracara yang terkait dengan pengaturan hukum acara dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dan Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata, dalam menengahi sengketa Hukum  yang di diselesaikan di luar atau di dalam sidang pengadilan. Oleh: Nurhasan SH MH Pimred MPI

    

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here