Gudang Narkoba di Cikarang di Grebek BNN.

0
83

MEDIA PATRIOT INDONESI (MPI) – BEKASI Narkoba adalah musuh terbesar dalam kehidupan kita sehari- hari, karena narkoba bisa merusak masa depan anak- anak kita dan generasi penerus bangsa, maka pemerintah menabuh genderang perang terhadap peredaran Narkoba.

Penggerebekan gudang Narkoba di sebuah ruko di jalan Puspa 1, desa Jayamukti, kecamatan Cikarang Pusat, kabupaten Bekasi, oleh Badan Narkotika Nasional ( BNN ) dan PolresMetro Bekasi.  Sebanyak 100 kilogram narkoba jenis sabu dan 160.000 pil ekstasi berhasil di amankan dalam penggerebekan tersebut.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN IRJEN Arman Depari  mengatakan, penggerebekan ini merupakan hasil pengintaian yang kami lakukan , kami tangkap seorang tersangka yang berencana berteransaksi di lokasi kejadian,

Tersangka yang di amankan yakni agustiar (33 ) pria yang mengendarai mobil boks yang berisi sabu.

Seperti yang di ungkapkan  Arman, penggerebekan ini berawal dari di tangkapnya agustiar di lokasi pertama, tepatnya di depan Rumah Sakit Mitra jalan Industri  kamis 28 mei 2020 siang.

Tersangka mengendarai  mobil boks di duga hendak berteransaksi narkoba. Agustiar sendiri sebenarnya telah diintai lebih dari satu pekan sebelum di tanggkap. Kemudian BNB meringkus agustiar bersama mobil boks yang di kendarainya

Dari mobil ini  kami telusuri hingga menemukan lokasi penyimpanan narkoba ini, saat di geledah BNN menemukan sebanyak 66 paket sabu besar dengan total di perkirakan mencapai 60 kilogram , sabu itu di bungkus dalam karung beras bersama sejumlah karung berisi beras lainnya untuk mengelabui petugas.

Awal pemeriksaan  yang bersangkutan mengaku  hanya mengirim beras namun setelah di geledah  kami temukan sabu kata Arman.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, narkoba dalam jumlah besar ini diyakini dari malaysia , narkoba di kirim ke indonesia untuk di edarkan, sedangkan cikarang dipilih menjadi tempat penyimpanan karena lokasinya strategis berdekatan dengan ibu kota  serta kota besar lainnya.

Salah satu warga yang berada dilokasi saat penggerebekan yudi mulyadi mengatakan di saat masyarakat kesulitan mencari nafkah/ penghasilan karena adanya PSBB, ini malah bandar narkoba mencari kesempatan dalam situasi pandemi dengan mendapatkan penghasilan ratusan juta hingga milyaran Rupiah. yudi berharap kepada pemerintah untuk menghukum para bandar tersebut dengan hukuman seberat- beratnya jika perlu di beri hukuman mati, supaya ada epec jera buat para bandar dan pengedar yang lainya.

Laporan M. IqbalMPIBekasi/ Catur.S / Hermansya Medan (foto Ilustrasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here