Urgensi Perluasan  Kota Mandiri Jababeka

0
22

 Oleh Nurhasan SH MH – Pimred MPI

MEDIA PATRIOT INDONESIA (MPI) – Jakarta sebagai Ibukota Negara, pasti saja pembangunan infrastruktur jauh lebih maju dan pesat dari daerah-daerah lain. Hal ini tidak lah aneh. Misalnya saja dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta jauh lebih besar ketimbang kota-kota besar lainnya di Nusantara.

Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan infrastruktur serta semakin sempitnya lahan untuk pembangunan infrastruktur terutama pada pembangunan hunian sangat terbatas di Jakarta. Padahal kemajuan zaman tidak bisa lagi dibendung, jika kondisi ini dibiarkan Jakarta bakal tertinggal dengan kota-kota besar di dunia.

Jakarta memang jelas membutuhkan kerjasama dengan daerah penyangga. Untuk berbagi beban sekaligus keuntungan dengan daerah penyangga yang terdiri dari daerah Tanggerang, Bogor dan Bekasi boleh jadi Karawang.

Data statistik menyatakan bahwa pengangguran di Jakarta tahun lalu berada diatas rata-rata Nasional 5,61 persen, sedang angka pengangguran di Jakarta  mencapai 6,12

Jika Urbanisasi ke Jakarta dibelokkan ke daerah Bekasi, maka dapat dipastikan persentase pengangguran di Jakarta akan  merosot di bawah rata-rata nasional.

Adalah Jababeka yang sejak 1989, terus berkembang hingga kini total luas wilayahnya mencapai 5.600 hektare, menjadikan kawasan Kota Jababeka sebagai salah satu yang terluas di Asia Tenggara.

Semakin lengkapnya infrastruktur di sekitar Kota Jababeka. Saat ini tercatat 1.650 perusahaan multinasional dari 30 negara serta 730.000 pekerja dan 10.000 ekspatriat di area tersebut.

kawasan industri Jababeka semangkin berkembang. Sesuai dengan rencana jangka panjang menjadikan Kota Jababeka Cikarang sebagai kawasan kota mandiri terpadu berwawasan lingkungan.( Direktur PT Jababeka Tbk, Sutedja Darmono (23/5/2017). 

Cikarang Dry Port merupakan yang pertama dan satu-satunya Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT) di Indonesia, yang memungkinkan aktivitas bea cukai ekspor-impor dapat diselesaikan dalam kawasan industri Jababeka. Cikarang Dry Port memiliki kapasitas sampai 250.000 TEUs dan fasilitas komprehensif seperti Pergudangan dan depot kontainer. 

Selain diakses melalui dua pintu tol yakni KM 31 Cikarang Barat dan KM 34,7 Cibatu, Kota Jababeka juga sangat dekat dengan dua stasiun kereta api yang nantinya akan dilintasi Commuter Line yakni stasiun Lemahabang dan stasiun Cikarang.

Kota mandiri terpadu Jababeka saat ini berada di lahan seluas 5600 Hektar dan memiliki keunggulan keunggulan karena dekat dengan Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok.  Harap di catat rencana pembangunan infrastruktur Pelabuhan Patimban di Subang dan Bandara Kertajati di Majelengka, mau tidak mau bakal mempercepat pengembangan kawasan industri serta hunian di daerah Cikarang. Maka perluasan Kota Mandiri terpadu Jababeka pun tidak bisa di tawar. Harus segera di luaskan kearah timur Cikarang.(red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here