Kepala Desa Cijengkol Gratiskan Sertifikat Program PTSL Kepada Ibu-ibu Majlis Ta’lim Yang Rajin Ikut Pengajin Rutin Di Desa

0
54

PATRIOT INDONESIA (MPI) LEBAK – Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) pembuatan sertifikat mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Desa Cijengkol Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Sebagaimana kita ketahui, Program PTSL, merupakan program Nawacita Jokowi-Jusuf Kalla yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program pembuatan sertifikat ini, diharapkan dapat meminimalisasi kasus sengketa tanah juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

diantaranya, sertifikat ini oleh masyarakat bisa dijaminkan ke bank maupun lembaga keuangan lain untuk mendapatkan pinjaman modal usaha.

Kepala Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Muhammad Aminudin alias Jaro Alex mengapresiasi adanya Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), dan telah memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam pembuatan sertifikat tanah.

“Dalam hal ini, Atas nama masyarakat Desa Cijengkol, saya mengucapkan terima kasih kepada BPN Kabupaten Lebak yang telah meluncurkan program PTSL di Desa kami.

Adanya Program PTSL ini, tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat desa kami, dengan memiliki sertifikat tentu akan menjamin kepemilikan tanah mereka dengan aman dan legal, akan mencegah terjadinya tumpang tindih kepemilikan tanah, dan yang pada akhirnya konflik atas kepemilikan tanahpun dapat dihindari,” papar Alex.

“Dengan adanya Program PTSL ini juga, lanjutnya. Masyarakat dapat membuat sertifikat sebagai bukti hak kepemilikan atas tanah yang sah dan diakui negara, dan masyarakat dapat memperolehnya dengan mudah, cepat, dan aman.

Dan untuk di Desa Cijengkol, Program PTSL dalam pelayanan dan keperluan administrasi masyarakat saya berikan kemudahan. Seperti halnya, ada masyarakat yang belum mengurus surat oper alih kepemilikan atau belum di balik lama, disitu kan ada ketentuan untuk membayar dastur sebesar 10%. Tapi aturan itu akan saya permudah, silahkan saya tidak mau menentukan, silahkan mau bayar berapa saja yang terpenting harus ikhlas, dan kalau memang tidak mampu bayar juga ga apa.

Selain itu saya juga mewanti-wanti kepada para petugas dan tiem PTSL, untuk sementara mulai dari tahap pemberkasan, pengukuran hingga selesai tidak boleh memungut biaya satu rupiah pun kepada masyarakat. Untuk sementara biar pihak pemerintah desa lah yang menghendel.

Karena meskipun sudah ditentukan ada biaya administrasi sebesar Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah), untuk biaya materai, pengukuran dan akomodasi petugas dan lainnya, saya tidak mau akibat belum bisa membayar biaya asministrasi ini, akhirnya ada masyarakat yang terhambat dan tidak bisa menerima manfaat dari Program PTSL ini,” papar Muhammad Aminudin alias Alex, saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (04/06/2020).

Jaro Alex juga menambahkan, bahwa desa Cijengkol mendapat kuota pembuatan sertifikat tanah program PTSL sejumlah 6000 buku yang akan dilakukan dalam 2 tahap, yaitu di tahun 2020-2021, dan untuk sebagai contoh, insyallah secepatnya kami akan menerima buku sertifikat yang sudah selesai sebayak 275 buku.

Untuk memberikan motivasi dan bentuk penghargaan saya kepada ibu-ibu majlis Ta’lim yang ada di 12 kemandoran di desa Cijengkol ini, bagi yang rajin ikut pengajian rutin bulanan yang biasa diadakan di kantor desa Cijengkol, apabila sudah beres nanti, saya akan memberikan sertifikat secara gratis kepada ibu-ibu Majlis Ta’lim yang saya pandang rajin ikut dalam pengajian, imbuhnya.

Sementara ditempat terpisah, KH. Adit, tokoh agama kampung Cibeber desa  Cijengkol salah KPM Program PTSL mengaku, merasa sangat terbantu dengan adanya program PTSL di desa mereka, karena dengan mudah mereka bisa memiliki sertifikat atas kepemilikan tanah, ditambah lagi dalam prosesnya pihak pemerintah desa Cijengkol tidak memungut biaya administrasi satu rupiah pun alias gratis.

“saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah, terutama Kepala Desa Cijengkol, yang telah memberi kemudahan kepada kami dalam pembuatan serifikat tanah melalui Program PTSL ini. Terlebih lagi, dalam pembuatan sertifikat tanah ini, meskipun masyarakat belum bisa membayar uang administrasi se-peser pun, masyarakat dipersalahkan untuk mengajukan pembuatan sertifikat tanah. Program ini tentunya sangat membantu dan akan sangat besar manfaatnya bagi kami,” ungkap KH. Adit, saat di wawancara wartawan MPI di rumah tempat tinggalnya.

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPIBanten

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here