Kendalikan Limpahan Air Hujan Dan Banjir Dibangun Drainase Melalui Program FMSRB

0
14

PATRIOT INDONESIA (MPI) LEBAK Kegiatan pelaksanaan program FMSRB Tahun Anggaran 2020, yang dilaksanakan tersebar di 61 desa berjalan lancar dan sesuai dengan juklak dan juknisnya. Hal itu di sampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas PUPR Lebak Dade Yan Apriyandi,Kamis (5/6/2020).

Dade menjelaskan, sebelumnya kegiatan pelaksanaan program FMSRB yang di laksanakan oleh Kelompok Masyarakat Siaga Bencana  (KMSB) itu, terlebih dahulu dolakukan tahapan sosialisasi yang digelar di hotel katineung Rangkasbitung. Dan mengenai pelaksanaan kegiatan pembuatan drainase, di kerjakan tidak harus dekat bibir sungai saja, akan tetapi yang terpenting aliran air tersebut mengalir ke sungai Ciujung, Cidurian.

“Semua pengerjaan alhamdulillah berjalan lancar dan mengacu pada juklak dan juknis” kata Dade.

Saat di singgung soal adanya pemberitaan di salah satu media online tentang dugaan pungutan, Dede membantah. Kata dia, dalam pelaksanaan program tersebut sama sekali tidak ada pungutan apapun kepada para kelompok.

“Dengan ini saya tegaskan, program FMSRB di Lebak berjalan lancar kondusif dan tidak ada pungutan sekecil apapun,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Iyad mulyadi,  Ketua Kelompok KSMB Desa Harumsari Kecamatan Cipanas mengaku bersyukur dengan adanya pembangunan tersebut. Menurutnya, ini sangat sangat bermanfaat bagi pemukiman warga dan dapat mengendalikan air hujan yang berlebihan, sehingga tidak terjadi bencana banjir.

“ini sangat bermanfaat dan kami sangat bersyukur dengan pembangunan ini “ungkap Iyad.

Dikatakan Iyad, pelaksanaan kegiatan lancar-lancar saja tidak ada kendala apapun, dan adapun soal isu pungutan, iyad tidak merasa ada pungutan dari manapun.

“alhamdulillah semua berjalan lancar sampai dengan beres,dan kami pun tidak merasa ada pungutan  ada juga dalam RAB itu untuk kepentingan pembuatan papan informasi, jasa laporan kegiatan harian/mingguan/ bulanan, dan pembelian materai.Karena Tim Pendamping Masyarakat (TPM) yang digaji untuk mengawasi namun seolah tidak berfungsi, maka kelompok berinisiatif untuk merangkul tim dari SDA kabupaten Lebak, karena khawatir ada kekeliruan dalam pelaksanaan kegiatan,” jelas Iyad.

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPIBanten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here